Idzes dinilai selalu menempatkan kepentingan kolektif dan kemajuan sepak bola Indonesia di atas ambisi pribadi.

>>> Perburuan Tiket BTS di Malaysia: Antrean 1,2 Juta, Fans Rela Berjam-jam

Karakter seperti ini membuat kehadirannya di ruang ganti maupun lapangan latihan memberikan dampak psikologis positif bagi rekan setim.

"Ia selalu bekerja keras di balik layar untuk memastikan keharmonisan dan kesiapan mental rekan-rekannya.

Idzes memiliki kepedulian yang tulus terhadap misi besar membawa Indonesia lolos ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Kemampuannya dalam membimbing pemain lain menjadikannya figur panutan yang dihormati di dalam skuad," jelas Herdman.

Pelatih asal Inggris itu kembali menegaskan bahwa kombinasi kualitas teknis sebagai bek modern dan integritas kepemimpinan adalah nilai langka yang dimiliki Idzes.

"Jadi, dia memang benar-benar tidak tergantikan, sesederhana itu," pungkasnya.

Peluang bagi Baggott dan Pemain Lain

Meski harus kehilangan pilar utama, Herdman tetap optimistis dengan stok pemain yang tersedia. Ia melihat situasi ini sebagai momentum bagi pemain lain untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.

Nama Elkan Baggott disebut secara khusus oleh Herdman sebagai pemain yang berpotensi besar menambal lubang yang ditinggalkan Idzes.

Selain Baggott, beberapa pemain bertahan lain juga diharapkan tampil maksimal, seperti Justin Hubner, Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Matthew Baker.

"Elkan memiliki profil kepribadian dan kemauan untuk membantu tim yang cukup serupa dengan seniornya. Kami berharap ia bisa menjadi motor baru di lini pertahanan," ujar Herdman.

Kehadiran nama-nama tersebut memberikan banyak opsi bagi Herdman dalam meramu strategi bertahan tanpa Idzes.

Pelatih berharap para pemain bisa memanfaatkan kesempatan emas ini untuk membuktikan diri layak menjadi pilihan utama.

Absennya Idzes memang menjadi tantangan nyata, namun sekaligus membuka jalan bagi talenta lain untuk bersinar.

>>> CIMB Niaga Kerek CASA ke 74,02% per April, Optimis Tembus Target Akhir Tahun

Pertandingan melawan Oman dan Mozambik akan menjadi ajang pembuktian sejauh mana kedalaman lini pertahanan Indonesia.