Timnas Indonesia memiliki motivasi tinggi jelang laga melawan Oman dalam Garuda Championship Series pada FIFA Matchday.

Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB.

>>> Ketidakseimbangan Sel Baterai Motor Listrik Dipicu Faktor Usia Pemakaian

Ini menjadi ujian pertama skuad Garuda di SUGBK sebelum menjamu Mozambik pada Selasa (9/6/2026) di lokasi dan jam yang sama.

Secara peringkat, Indonesia (122) tertinggal dari Oman (79) dan Mozambik (101).

Pasukan Merah Putih harus menyudahi puasa kemenangan melawan Oman yang sudah berlangsung 38 tahun.

Pelatih Oman, Tariq Sektioui, menargetkan timnya mempertahankan tren positif saat berhadapan dengan Indonesia.

Kedua tim telah bertemu enam kali. Indonesia mencatat dua kemenangan pada King's Cup 1987 (2-0) dan 1988 (3-0).

Setelah itu, rekor Indonesia menukik: kalah 0-1 pada uji coba 2007, imbang 0-0 dan kalah 1-2 di Kualifikasi Piala Asia 2011, serta kalah 1-3 pada pertemuan terakhir 2021.

Misi Menulis Ulang Sejarah

Pelatih John Herdman menegaskan pentingnya tanggung jawab untuk mematahkan kutukan 38 tahun tersebut.

>>> OJK Catat Piutang Multifinance Tembus Rp514,65 Triliun per April 2026

"Ya, saya pikir ketika Anda berbicara tentang apa yang akan dilakukan secara berbeda atau spesial, hal pertama adalah menerima tanggung jawab untuk menulis ulang sejarah," ujar Herdman dalam konferensi pers di SUGBK, Kamis (4/6/2026).

"Saya pikir itu adalah sesuatu yang akan dihadapi kelompok pria ini dan mereka mengambil tanggung jawab untuk itu."

"Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, ini adalah kesempatan untuk menetapkan diri kami sebagai pesaing di AFC," lanjutnya.

Herdman juga menyoroti perbaikan taktik dari performa sebelumnya, terutama saat melawan Bulgaria dan Saint Kitts-Nevis.

"Bagian kedua adalah, kapan pun Anda menyatukan kelompok hanya dalam empat atau lima hari, ini adalah tentang menyegarkan hal-hal baik yang kita lihat saat melawan Bulgaria dan St. Kitts," tegasnya.

"Menyegarkan itu, tapi melihat area pertumbuhan.

>>> PB Akuatik Gelar Dua Kejuaraan Renang Perairan Terbuka di Bali

Area pertumbuhan itu sangat jelas; kami tidak memiliki cukup tembakan tepat sasaran, tidak cukup orang di dalam kotak penalti, tidak cukup penetrasi di sepertiga akhir lapangan," pungkas Herdman.