Jenis pelanggaran yang dipantau meliputi pengendara motor tanpa helm, kendaraan melintasi marka jalan, muatan motor berlebih, hingga pejalan kaki di jalur terlarang.

>>> Apple Semakin Agresif Promosikan Safari untuk Saingi Chrome

Saat mendeteksi pelanggaran, robot mengeluarkan teguran suara melalui pengeras suara.

Apabila peringatan diabaikan hingga tiga kali, sistem secara otomatis merekam data pelanggaran dan meneruskannya ke pusat kendali polantas.

Biro Polisi Lalu Lintas Hangzhou mencatat skuad robot ini berhasil melakukan hampir 12.000 intervensi pelanggaran dalam tiga hari pertama masa dinasnya.

Berdasarkan akumulasi data, robot melakukan satu tindakan koreksi lalu lintas setiap 1 menit 43 detik.

Di samping fungsi pengawasan, Hangjing Zhixing bertindak sebagai pusat informasi bagi wisatawan di area West Lake.

Pengunjung dapat memanfaatkan tombol khusus pada layar robot untuk berkonsultasi mengenai rute perjalanan melalui model bahasa AI yang terintegrasi.

Mengurangi Beban Kerja Repetitif Petugas

Pihak berwenang Hangzhou menegaskan implementasi teknologi ini tidak bertujuan menggantikan peran polisi manusia secara menyeluruh.

Robot difokuskan untuk mengambil alih tugas-tugas repetitif yang menguras fisik, seperti mengarahkan jalur kendaraan atau meniup peluit dalam durasi lama.

Pengalihan beban kerja ini membuat personel polisi manusia bisa lebih fokus pada tanggung jawab yang memerlukan analisis kompleks.

Tugas tersebut meliputi penanganan kecelakaan lalu lintas, penindakan pelanggaran berat, dan manajemen situasi darurat.

Sistem pergerakan robot juga telah disinkronkan dengan delapan jenis gerakan standar pengaturan lalu lintas resmi dari Kementerian Keamanan Publik China.

>>> Wardatina Mawa Ungkap Proses Sidang Cerai dari Insanul Fahmi

Sinkronisasi dengan lampu rambu lalu lintas memastikan instruksi yang diterima pengguna jalan tetap konsisten.