Manajer operasional PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan, menyambut antusias rencana pembangunan pusat latihan baru. Proyek strategis yang diberi nama Project Unity ini ditargetkan rampung pada 2026.

Kim menilai keberadaan fasilitas latihan mandiri yang representatif sangat mendesak bagi performa tim. Sebagai kapten sekaligus bagian dari manajemen, ia terus memantau perkembangan proyek tersebut.

>>> 7 Model Cincin Emas Tiga Warna Mewah Terbaru 2026 yang Banyak Dicari Kolektor

Seluruh pemain sangat menantikan kehadiran fasilitas ini untuk menunjang aktivitas profesional sehari-hari. Berdasarkan informasi yang diterima Kim, pengerjaan proyek masih sesuai rencana awal.

Manajemen PSS tidak hanya fokus pada persiapan teknis skuad untuk BRI Super League 2026/2027. Mereka juga mulai membangun fondasi jangka panjang demi ekosistem klub yang berkelanjutan.

Ambisi ini menguat setelah PSS berhasil promosi ke kasta tertinggi sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026. Momentum ini dimanfaatkan manajemen untuk meningkatkan kualitas sarana penunjang.

Kim meminta dukungan dan doa dari seluruh elemen PSS agar proyek berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen, pelatih, dan pemain selama proses pembangunan.

Menurut Kim, ketersediaan sarana latihan yang memadai adalah pilar utama profesionalisme tim sepak bola modern. Ia berharap proses pembangunan fisik bisa segera memasuki tahap realisasi.

>>> Momen Haru Raffi Ahmad Berdoa di Arafah: Minta Momongan Lagi di 2026

Mengenal Project Unity PSS Sleman

Direktur PSS Sleman, Yoni Arseto, sebelumnya memaparkan bahwa klub menggarap agenda besar bernama Project Unity. Fokus utamanya adalah pembangunan kompleks training ground untuk tim utama dan akademi.

Konsep dan desain maket proyek sempat dipamerkan di Mini Museum 50 Tahun PSS di Stadion Maguwoharjo. Namun, lokasi pasti pembangunan masih dirahasiakan untuk menjaga kelancaran pembebasan lahan.

Fasilitas yang akan tersedia dalam kompleks Project Unity meliputi tiga lapangan sepak bola berstandar tinggi, gedung asrama pemain, gedung olahraga indoor, pusat E-Sport, distrik komersial, plaza, perkantoran, masjid, dan area parkir luas.

Proyek ini dirancang berdiri di lahan luas dan strategis. Kantor pusat latihan dalam satu kawasan diharapkan mempercepat koordinasi antar departemen klub.

Pembangunan fasilitas ini tidak hanya bermanfaat bagi skuad senior, tetapi juga untuk pembinaan bakat muda. PSS bertransformasi menjadi klub dengan tata kelola infrastruktur terbaik di Indonesia.

>>> Piala Dunia 1934: Kejayaan Italia dan Kontroversi Mussolini yang Mengejutkan Dunia

Kim Jeffrey Kurniawan mewakili harapan besar pecinta sepak bola di Sleman. Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti komitmen manajemen membawa PSS terbang lebih tinggi di kompetisi nasional.