Gelombang penutupan dealer mobil Jepang di Indonesia terus berlanjut. Daihatsu mengonfirmasi satu outlet penjualan berhenti beroperasi di Jawa Timur.

Outlet yang resmi tutup adalah Asco Daihatsu Mastrip di Surabaya. Dealer ini berada di bawah naungan Asco Automotive.

>>> Harga Rumah Makin Mahal, Gaji Milenial Tak Kuat Bayar Cicilan

Sejak 1 Juni 2026, outlet tersebut tidak lagi berafiliasi dengan merek Daihatsu. Informasi ini sempat diumumkan di media sosial, namun kemudian dihapus.

Dampak Penutupan bagi Pelanggan

Seluruh operasional layanan di cabang Asco Daihatsu Mastrip dihentikan sepenuhnya. Data pelanggan akan dialihkan ke Astra Daihatsu sebagai pemegang kendali utama layanan.

Pelanggan lama tetap bisa mengakses layanan purnajual melalui jaringan resmi Daihatsu lainnya. Manajemen menjamin standar kualitas servis tidak berubah.

Tanggapan Manajemen Daihatsu

Tri Mulyono, Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO), menghormati keputusan bisnis dealer.

Menurutnya, penutupan outlet adalah hal lumrah dalam dinamika industri otomotif.

>>> Komisi X DPR Desak Pemerintah Sejahterakan Dosen dan Perbaiki Infrastruktur PTS 2026

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di setiap fase kepemilikan mobil,” ujar Tri pada Rabu (3/6).

Jaringan dealer Daihatsu lainnya masih tersebar luas.

Pihak manajemen memastikan konsumen tidak perlu khawatir kehilangan akses servis atau klaim garansi. Fokus utama saat ini adalah transisi data pelanggan agar pelayanan tetap mulus.

Fenomena Peralihan ke Merek China

Penutupan dealer Daihatsu menambah daftar merek Jepang yang mengalami penyusutan jaringan. Sebelumnya, beberapa dealer Honda dan Toyota juga berhenti beroperasi.

Tren ini sering diikuti pengalihan fokus bisnis ke merek otomotif China. Asco Automotive diduga akan menjalin kerja sama baru dengan produsen mobil dari China.

>>> 30+ SMA Terbaik di Jakarta untuk PPDB 2026, Lengkap dengan Nilai UTBK

Meski jumlah outlet fisik berkurang, Daihatsu optimis penetrasi pasar tetap kuat. Jaringan purnajual masif di bawah grup Astra menjadi tumpuan utama.