Komisi X DPR RI memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan dosen di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Infrastruktur dan sarana prasarana kampus swasta juga menjadi sorotan utama.

Isu ini mengemuka karena peran vital PTS dalam mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Pemerintah diharapkan tidak menutup mata terhadap kontribusi besar institusi pendidikan milik masyarakat.

>>> 30+ SMA Terbaik di Jakarta untuk PPDB 2026, Lengkap dengan Nilai UTBK

Data Kontribusi Signifikan Kampus Swasta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, memaparkan data perbandingan jumlah institusi.

Pada tahun 2025, tercatat 2.713 PTS di bawah koordinasi Kemdiktisaintek, jauh melampaui PTN yang hanya 127 institusi.

Perbedaan jumlah sumber daya manusia juga mencolok. Terdapat sekitar 169.638 dosen aktif di PTS, sementara dosen di PTN berjumlah 98.137 orang.

Dari sisi peserta didik, PTS menampung sekitar 4.833.473 mahasiswa. Angka ini lebih tinggi dibandingkan mahasiswa di kampus negeri yang tercatat sebanyak 4.408.472 orang.

Esti menegaskan data ini menjadi bukti nyata signifikansi peran swasta dalam pendidikan. Hal ini semakin krusial jika melihat akses pendidikan di wilayah pelosok Indonesia.

Di wilayah DOB Papua, sebaran mahasiswa sepenuhnya bergantung pada PTS.

Provinsi Papua Barat Daya mencatatkan 24.359 mahasiswa, Papua Tengah 6.185 mahasiswa, dan Papua Pegunungan 8.302 mahasiswa.

Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada kampus negeri di wilayah tersebut. Kehadiran kampus swasta menjadi satu-satunya jalur bagi masyarakat lokal untuk menempuh pendidikan tinggi.

Urgensi Perencanaan Anggaran Tahun 2027

Menanggapi situasi tersebut, Esti meminta Kemdiktisaintek untuk lebih berani. Kementerian didorong memperjuangkan anggaran yang lebih besar dalam perencanaan tahun anggaran 2027.