Jakarta Movin bersama Maliq & D'Essentials dan Indonesia Kaya menambah jadwal pementasan teater musikal Senja Teduh Pelita.

Pertunjukan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta ini diperpanjang hingga Minggu, 12 Juli 2026.

>>> Sejarah Piala Dunia 1950: Tragedi Maracanazo dan Luka Mendalam Brasil

Keputusan itu diambil menyusul antusiasme masyarakat yang luar biasa. Tiket jadwal utama pada 3 hingga 5 Juli 2026 telah habis terjual dalam tiga hari.

Eksplorasi Makna Baru dalam Musik

Vokalis Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja, mengungkapkan pengakuan menarik.

Ia mengaku baru memahami kedalaman makna lagu-lagu dalam album ketujuh mereka, Senandung Senandika, setelah melihat transformasi naskah garapan sutradara Nuya Susantono.

“Saya awalnya tidak begitu mengerti lagu-lagu di album ketujuh ini karena temanya tentang kehidupan, sementara saya lebih paham soal cinta,” ujar Angga dalam konferensi pers di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan bahwa setelah sepuluh tahun, inspirasi drama musikal justru banyak diambil dari lagu-lagu tersebut.

Berkat kreativitas Nuya, makna asli dari karya-karya itu kini menjadi lebih jelas bagi sang vokalis.

Tema Fiksi Ilmiah dan Isu Lingkungan

Nuya Susantono membawa alur cerita ke arah unik. Senja Teduh Pelita mengusung genre fiksi ilmiah dengan latar kondisi bumi di masa depan.

Cerita tidak lagi berfokus pada romansa biasa, melainkan menyoroti perjuangan Pasukan Pelita.

>>> OJK Ungkap Proyeksi Kredit Perbankan Semester II-2026: Sektor Ekspor Paling Moncer

Mereka adalah sekelompok anak tangguh yang bertahan hidup di tengah kehancuran bumi akibat perang dan krisis iklim.

Dalam perjalanan mencari orang tua menuju Aurora, kelompok ini terdampar di Teluk Pelita akibat badai besar.