Tim nasional Belgia menatap Piala Dunia 2026 dengan wajah baru. Era Generasi Emas yang identik dengan Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku perlahan berakhir.

Kini, skuad Setan Merah memasuki fase transisi dengan dominasi pemain muda.

>>> Riset: Ojol dan Taksi Online Sumbang Rp565 Triliun ke PDB 2026

Menariknya, ekspektasi publik tidak setinggi sebelumnya. Hal ini justru dianggap positif.

Tanpa beban sebagai favorit, Belgia bisa tampil lebih lepas di Amerika Utara.

Perjalanan Kualifikasi Mengesankan

Belgia melangkah ke putaran final dengan rekor impresif. Mereka tidak terkalahkan sepanjang kualifikasi.

Dari delapan pertandingan, torehannya lima kemenangan dan tiga hasil imbang.

Ketajaman lini depan terlihat dari 29 gol yang dicetak. Pertahanan pun solid dengan hanya kebobolan tujuh kali.

Di Grup G, Belgia tergabung dengan Mesir, Iran, dan Selandia Baru.

Era Baru di Bawah Rudi Garcia

Transformasi besar dimulai dengan pergantian pelatih. Rudi Garcia ditunjuk pada awal 2025, menggantikan Domenico Tedesco.

Pelatih asal Prancis itu membawa filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola dan transisi cepat.

Garcia mengandalkan formasi 4-2-3-1. Skema ini memaksimalkan kreativitas lini tengah dan kecepatan pemain sayap.

Hasilnya, Belgia menunjukkan keseimbangan antara pemain senior dan muda.

Jeremy Doku, Ikon Baru Belgia

Meski nama besar seperti De Bruyne, Thibaut Courtois, dan Lukaku masih dipanggil, perhatian kini tertuju pada Jeremy Doku.

Pemain Manchester City itu menjadi senjata rahasia di sektor sayap. Kecepatan, dribel, dan keberanian duel satu lawan satu menjadi keunggulannya.

>>> IHSG Anjlok 4,11 Persen ke 5.941, Mayoritas Saham Merah

Talenta muda lain yang patut diperhatikan: Charles De Ketelaere (fleksibel di lini depan), Zeno Debast (bek masa depan), Maxim De Cuyper (bek sayap ofensif), dan Joaquin Seys (mulai dipercaya di timnas).