Riset: Ojol dan Taksi Online Sumbang Rp565 Triliun ke PDB 2026
Ekosistem transportasi daring, termasuk ojek online (ojol) dan taksi online, memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Indonesia. Riset terbaru mencatat sektor ini menyumbang angka fantastis terhadap pendapatan negara.
Penelitian dilakukan oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
>>> IHSG Anjlok 4,11 Persen ke 5.941, Mayoritas Saham Merah
Studi ini memotret sejauh mana layanan berbasis aplikasi menggerakkan roda ekonomi nasional.
Kontribusi Besar terhadap PDB
Kepala Pusat Makroekonomi INDEF, Rizal Taufikurahman, memaparkan kontribusi ekonomi transportasi online mencapai 2,37 persen. Angka itu setara Rp565 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Nilai tersebut dihitung berdasarkan nilai tambah yang dihasilkan industri ojol. Sektor transportasi secara keseluruhan merasakan dampak pengganda yang kuat dari aktivitas ini.
Rincian kontribusi ekonomi ekosistem transportasi online: total kontribusi terhadap PDB Rp565 triliun (2,37%), sektor transportasi darat Rp169 triliun, layanan kendaraan roda dua (ojol) Rp270 triliun, dan layanan kendaraan roda empat (taksi online) Rp127 triliun.
Data menunjukkan layanan ojol memegang peranan lebih dominan dibandingkan taksi online. Perputaran uang di sektor roda dua hampir dua kali lipat dari roda empat.
Rizal menekankan kontribusi 2,4 persen terhadap PDB bukan angka kecil bagi industri digital. Selain dampak langsung, ekosistem ini menciptakan efek limpahan ke berbagai sektor lain.
Penyerapan Jutaan Tenaga Kerja
Sektor ojol tidak hanya menyumbang nilai materi, tetapi juga solusi nyata dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Riset mencatat jutaan orang menggantungkan hidupnya langsung melalui platform digital.
Setidaknya 2,91 juta tenaga kerja terserap langsung sebagai pengemudi di ekosistem transportasi online. Meski sebagian besar berstatus pekerja informal, peran mereka sangat krusial.
Update Terbaru
Bupati Sleman Siapkan Lahan 12 Hektare untuk Training Ground PSS
Senin / 15-06-2026, 17:52 WIB
Kaka Optimistis Carlo Ancelotti Bawa Brasil Bangkit di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 17:52 WIB
Semen Padang Siap Hadapi Liga 2 2026/2027 sebagai Tim Musafir
Senin / 15-06-2026, 17:52 WIB
Cek Status Desil Bansos Lewat HP, Kemensos Sediakan Dua Jalur Resmi
Senin / 15-06-2026, 17:52 WIB
Investor Lirik Waran Terstruktur dan Derivatif Saat IHSG Tertekan
Senin / 15-06-2026, 17:49 WIB
Iran vs Selandia Baru Buka Grup G Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 17:49 WIB
Peluang Cuan Properti Ritel di Tengah Fenomena Lipstick Effect
Senin / 15-06-2026, 17:48 WIB
Google Rilis Patch Keamanan untuk Celah Zero-Day Berbahaya di Android
Senin / 15-06-2026, 17:48 WIB
Nadeo Argawinata Ungkap Alasan Bertahan di Borneo FC Usai 15 Pemain Dilepas
Senin / 15-06-2026, 17:48 WIB
Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Setelah Resign
Senin / 15-06-2026, 17:48 WIB
Kemenkeu Siapkan Dana untuk Program Biodiesel B50 pada 2027
Senin / 15-06-2026, 17:48 WIB
PT Hero Global Investment Tbk Bagikan Dividen Rp 2,79 Miliar
Senin / 15-06-2026, 17:44 WIB
5 Kebiasaan Food Influencer yang Bikin Penonton Kesal
Senin / 15-06-2026, 17:43 WIB
Kementan: Indonesia Capai Swasembada Pangan, Impor Hanya 4%
Senin / 15-06-2026, 17:43 WIB






