LKM BKD Pekalongan Andalkan Penyisihan Laba untuk Perkuat Ekuitas
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Badan Kredit Desa (BKD) di Kabupaten Pekalongan menghadapi tantangan dalam memperkuat struktur permodalan.
Situasi ekonomi yang tidak menentu membuat peningkatan ekuitas menjadi pekerjaan yang tidak mudah.
>>> IHSG Ambles Nyaris 5 Persen Siang Ini, Ternyata Ini Penyebab Mengejutkannya!
Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan, Hary Budhi Murdiyanto, mengatakan bahwa penambahan ekuitas sangat bergantung pada efisiensi internal.
Satu-satunya cara yang paling realistis saat ini adalah mengandalkan pemupukan dari penyisihan laba operasional.
Hary menekankan bahwa meskipun laba yang disisihkan mungkin tidak besar, langkah ini tetap krusial untuk menjaga stabilitas perusahaan.
Ia mengingatkan seluruh elemen lembaga untuk mewaspadai potensi kerugian dalam setiap proses operasional.
Kerugian operasional secara otomatis akan memakan modal yang sudah ada. Jika terjadi, ekuitas justru akan tergerus dan melemahkan daya saing serta keamanan finansial LKM.
Strategi utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan saat ini berfokus pada pengumpulan laba secara bertahap. Pihaknya berupaya memaksimalkan setiap peluang keuntungan untuk dialokasikan kembali sebagai penambah modal inti.
Kondisi Ekuitas dan Pertumbuhan Pembiayaan
Meski menghadapi tekanan ekonomi, LKM BKD Kabupaten Pekalongan mencatatkan kinerja positif. Berdasarkan data hingga Mei 2026, lembaga ini masih mampu membukukan kenaikan nilai ekuitas secara konsisten.
Posisi ekuitas LKM BKD Kabupaten Pekalongan per Mei 2026 mencapai Rp9,64 miliar. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa strategi pemupukan laba mulai membuahkan hasil.
Peningkatan nilai modal tersebut berasal dari akumulasi laba pada penutupan tahun lalu.
Meskipun nominal pertumbuhannya tidak terlalu signifikan, hal ini memberikan ruang napas bagi operasional lembaga di tahun berjalan.
Kinerja permodalan didukung oleh aktivitas penyaluran kredit yang masih bergairah. Penyaluran pembiayaan oleh LKM BKD tumbuh sebesar 15% pada posisi April 2026 dibandingkan periode sebelumnya.
Update Terbaru
Mengapa Desa Kembali Ditinggalkan Warganya Setelah Lebaran?
Sabtu / 13-06-2026, 01:08 WIB
Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Motor dan Beasiswa untuk AMT Berprestasi
Sabtu / 13-06-2026, 01:08 WIB
Motor Listrik Sekecil Koper Hasilkan 3.111 HP, Klaim Kosmera
Sabtu / 13-06-2026, 01:07 WIB
Wayne Rooney Prediksi Inggris vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:06 WIB
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Era Baru 48 Tim Dimulai
Sabtu / 13-06-2026, 01:06 WIB
PT Bakrie & Brothers Tbk Raup Laba Bersih Rp 503 Miliar di 2025
Sabtu / 13-06-2026, 01:06 WIB
Tutug Oncom, Sajian Lokal Kaya Gizi Jadi Alternatif Menu Lebaran
Sabtu / 13-06-2026, 01:05 WIB
Ruang Hijau di Desa Menyusut, Tanda Kehilangan Keseimbangan?
Sabtu / 13-06-2026, 01:05 WIB
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Alami Gangguan Akses Bersamaan
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
Tim Uber Indonesia Raih Medali Perunggu Piala Uber 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
PB Akuatik Indonesia Siapkan Atlet Loncat Indah untuk Asian Games 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
Real Madrid Takluk dari Barcelona, Arbeloa Buka Suara soal Cedera Mbappe
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
Review Pasar Papringan Ngadiprono: Wisata Ekobudaya Kreatif di Temanggung
Sabtu / 13-06-2026, 01:01 WIB
PT Timah Bagikan Dividen Rp 656,8 Miliar dari Laba 2025
Sabtu / 13-06-2026, 01:01 WIB






