Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada perdagangan tengah pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan merosot tajam hingga nyaris menyentuh angka 5 persen pada sesi pertama, Rabu (3/6/2026).

>>> 38 Kode Redeem FF Terbaru 26 Mei 2026: Klaim Skin SG2 Terompet Resmi yang Paling Dicari

Koreksi mendalam ini membawa indeks jatuh ke level 5.889 pada pukul 12.00 WIB.

Pelemahan tersebut terjadi secara masif dengan mayoritas saham yang diperdagangkan berakhir di zona merah.

Penyebab Utama Kejatuhan IHSG

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa terpuruknya IHSG sangat dipengaruhi oleh anjloknya nilai tukar rupiah.

Saat ini, posisi rupiah telah menembus angka Rp17.900 per dolar AS.

Selain faktor mata uang, tekanan juga datang dari aksi ambil untung pada saham-saham konglomerasi.

Sebelumnya, emiten di sektor ini sempat melonjak tajam bahkan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Beberapa faktor teknis dan pasar yang memengaruhi indeks hari ini adalah:

  • Tren penurunan (downtrend) yang masih kuat secara teknikal tanpa tanda pembalikan arah.
  • Koreksi pada saham-saham besar setelah mengalami penguatan signifikan selama dua hari sebelumnya.
  • Sentimen negatif dari pasar global yang memicu kepanikan investor domestik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham masih berada dalam fase yang cukup berisiko bagi para pelaku pasar.

Hingga penutupan sesi pertama, belum terlihat adanya indikasi penguatan kembali yang valid.

Dampak Konflik Global dan Inflasi

Pengamat Pasar Keuangan, Ibrahim Assuaibi, menilai situasi saat ini merupakan bentuk komplikasi dari berbagai masalah.

Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu eksternal yang melambungkan harga minyak mentah dunia.

>>> Trailer Marvel's Wolverine Rilis di State of Play 2026, Gameplay Brutal