Remaja dengan Sindrom Tourette Diusir dari Pesawat karena Sebut Kata 'Bom'
Seorang remaja berusia 13 tahun penderita Sindrom Tourette, Mason Entwistle, dilarang naik pesawat British Airways di Bandara Gatwick, Inggris, pada awal Juni 2026.
Insiden terjadi saat gejala medisnya kambuh dan ia mengucapkan kata 'bom' di luar kendali.
>>> Cibubur Junction Bertransformasi Jadi Lippo Icon Cibubur, Usung Konsep Lifestyle Modern
Kondisi saraf itu menyebabkan Mason mengeluarkan teriakan histeris saat mengantre di area keberangkatan. Pihak maskapai kemudian melibatkan polisi bersenjata untuk mengawal keluarga keluar dari terminal.
Sindrom Tourette dan Persiapan Keluarga
Sindrom Tourette adalah gangguan saraf yang memicu gerakan atau suara berulang tak disengaja (tik). Gejala sering dipicu oleh stres, kecemasan, atau kelelahan ekstrem.
Keluarga Mason telah melaporkan kondisi disabilitas sang anak ke maskapai jauh-jauh hari. Ayahnya, Martyn Entwistle, menyadari perjalanan udara bisa memicu kecemasan hebat pada putranya.
Saat di bandara, Mason mengenakan kalung tali bermotif bunga matahari sebagai simbol disabilitas tersembunyi. Keluarga juga membawa surat diagnosis resmi dari dokter.
Kronologi Penolakan
Saat keluarga besar yang berjumlah 10 orang hendak menuju garbarata, seorang manajer operasional British Airways menghentikan mereka. Maskapai memutuskan menolak seluruh rombongan keluarga inti dengan alasan keamanan penerbangan.
Dalam rekaman video, petugas menegaskan penolakan bukan karena disabilitas Mason, melainkan karena ucapan yang dianggap ancaman keamanan.
>>> Grab Buka Suara soal Rumor Hengkang dari Indonesia, Ini Fakta Terbaru 2026
Akibatnya, tiket pesawat senilai 4.000 pound sterling (sekitar Rp83 juta) hangus.
Keluarga harus mengeluarkan tambahan 2.400 pound sterling (sekitar Rp50 juta) untuk tiket baru keesokan harinya dengan maskapai lain.
Dampak psikologis pun dialami Mason yang menangis histeris dan terus meminta maaf.
Polisi bersenjata datang untuk menggiring Mason, orang tua, dan adiknya keluar. Kakak perempuannya yang berusia 16 tahun tetap diizinkan terbang bersama teman-temannya.
Martyn Entwistle bersikeras membawa keluarganya berlibur ke Spanyol keesokan harinya. Ia ingin menanamkan bahwa kondisi medis tidak boleh membatasi hak anaknya untuk menikmati hidup.
>>> RUU P2SK Resmi Atur Danantara Bisa Terbitkan Surat Utang Khusus di 2026
British Airways menyampaikan penyesalan melalui pernyataan resmi, tetapi tetap berdalih bahwa keselamatan operasional adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Update Terbaru
5 Kapal Induk Terbesar di Dunia: Raksasa Laut yang Mengagumkan
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Lemak Babi Ternyata Lebih Sehat dari Banyak Buah dan Sayur
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Bantal Gaming Switch 2: Aksesori Paling Aneh yang Pernah Diuji, Kini Diskon
Kamis / 23-07-2026, 02:14 WIB
Call of Duty: Black Ops 7 Perluas Ricochet Anti-Cheat untuk Atasi Kecurangan di Ranked
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
AS Pertimbangkan Serangan Militer terhadap Sekutu Al-Qaeda di Mali
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Mitch Keller Hadapi Gerrit Cole di Final Seri Pirates vs Yankees
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Valencia Kalahkan Eldense 3-0 di Laga Uji Coba Pramusim
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Lynx Kalahkan Storm 105-102 Berkat Duet McBride dan Miles
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Ratusan Jurnalis Desak WHCA Hadapi Trump soal Serangan ke Pers
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Evolusi Penyimpanan Data Game: Dari Memory Card PS1 hingga Cloud Save
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Suami Denise Richards Minta Istri Dihukum Contempt karena Tunggakan Nafkah
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
KJ Apa Akui Makan Fast Food yang Sudah Dikencingi
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Penyanyi R&B Nivea Umumkan Diagnosis Leukemia
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco yang Kebagian Update Android 17
Kamis / 23-07-2026, 02:05 WIB







