Rupiah Nyaris Rp18 Ribu, Hipmi: Tekanan Berat Bagi Dunia Usaha di 2026
Nilai tukar rupiah terus melemah dan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, rupiah dibuka di posisi Rp17.897 per dolar AS.
>>> Suku Bunga dan Yield Melonjak, Multifinance Kian Selektif Terbitkan Surat Utang 2026
Pelemahan berlanjut hingga siang hari, di mana rupiah sempat menyentuh Rp17.938 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih kuat.
Dunia Usaha Tertekan
Sekretaris Jenderal BPP Hipmi, Anggawira, menyatakan pelemahan rupiah bukan sekadar fluktuasi biasa. Menurutnya, dunia usaha kini sulit bergerak fleksibel.
Kenaikan biaya produksi akibat kurs melemah harus ditanggung sendiri oleh pengusaha.
Beberapa faktor utama yang menekan antara lain biaya bahan baku impor melonjak, daya beli masyarakat belum pulih, keterbatasan ruang menaikkan harga, dan beban cicilan utang valas.
Margin keuntungan pengusaha semakin menipis. Jika tidak segera teratasi, ketahanan sektor riil dikhawatirkan goyah.
Pengusaha Menahan Harga
Meski beban produksi meningkat, pengusaha memilih menahan kenaikan harga barang dan jasa. Anggawira menjelaskan bahwa menaikkan harga saat ini berisiko menurunkan permintaan pasar.
>>> Smart TV vs Google TV: Perbedaan dan Keunggulan yang Perlu Diketahui
Sebagai langkah darurat, pelaku usaha melakukan efisiensi internal, menunda ekspansi dan investasi, merenegosiasi kontrak, serta mengevaluasi biaya operasional.
Namun, Anggawira mencatat bahwa langkah bertahan ini memiliki batas waktu.
Jika depresiasi berlangsung lama, pengusaha terpaksa menaikkan harga jual secara bertahap.
Prospek Pelemahan Lanjutan
Analis mata uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi terdepresiasi. Penyebab utamanya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Dampaknya meliputi kenaikan harga minyak dunia, peralihan investor ke aset safe haven seperti dolar AS, pupusnya harapan damai, dan aliran modal keluar dari emerging markets.
Dolar AS semakin perkasa terhadap mayoritas mata uang dunia.
>>> Paper Rex Hentikan Rekor 14 Kemenangan Nongshim RedForce di VCT Pacific 2026
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Risiko menembus Rp18.000 masih terbuka lebar jika sentimen negatif berlanjut.
Update Terbaru
Napoli Resmi Permanenkan Rasmus Hojlund dari Manchester United
Kamis / 04-06-2026, 01:11 WIB
Persib Bandung Hattrick Juara, Bonus Rp1 Miliar dari KDM Resmi Cair
Kamis / 04-06-2026, 01:10 WIB
Real Madrid Siap Rekrut Konate dan Dumfries, Mourinho Beri Restu
Kamis / 04-06-2026, 01:10 WIB
Ford Incar Pendapatan dari Perawatan Mobil Tua di AS
Kamis / 04-06-2026, 01:06 WIB
Resmi, Daftar 2 Pembalap Pengganti di MotoGP Hungaria 2026: Ada Rider Veteran!
Kamis / 04-06-2026, 01:06 WIB
Link Live Streaming Timnas Indonesia Putri vs Singapura, Duel Resmi FIFA Matchday 2026
Kamis / 04-06-2026, 01:05 WIB
Gachiakuta Season 2 Resmi Diproduksi, Cuplikan Baru Akan Hadir di Anime Expo
Kamis / 04-06-2026, 01:01 WIB
Trailer Terbaru Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Meluncur di State of Play 2026
Kamis / 04-06-2026, 01:00 WIB
Biaya Visa dan Izin Tinggal Jepang Resmi Naik Drastis Mulai 2026
Kamis / 04-06-2026, 01:00 WIB
Microsoft Luncurkan Surface RTX Spark Dev Box untuk Pengembang dan Kreator
Kamis / 04-06-2026, 00:56 WIB
T1 Cetak Sejarah di 2026: Raih Profit Perdana, Pendapatan Melejit 80%!
Kamis / 04-06-2026, 00:56 WIB
Dapil Neraka Solo 2026: Tiga Politikus Muda Siap Bertarung, Termasuk Keponakan Jokowi
Kamis / 04-06-2026, 00:55 WIB
Honor Luncurkan Ponsel Murah X7e dengan Baterai 7.500mAh dan Android 16
Kamis / 04-06-2026, 00:51 WIB
Pencairan Gaji ke-13 PNS Pusat 2026 Capai 99,3 Persen
Kamis / 04-06-2026, 00:50 WIB






