Rupiah Melemah ke Rp17.926 per Dolar AS, Tertekan Faktor Global dan Domestik
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tajam pada pembukaan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
Mata uang Garuda dibuka turun 39 poin ke posisi Rp17.878 per dolar AS dan terus tertekan hingga menyentuh level Rp17.926.
>>> Update Harga Pangan Hari Ini 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.000 per Kg
Penyebab Pelemahan Rupiah
Kombinasi faktor internal dan eksternal menjadi pemicu utama merosotnya nilai tukar rupiah. Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban berat bagi posisi rupiah dalam perdagangan internasional.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$ 94,58 per barel, sementara Brent Crude Oil berada di US$ 96,72 per barel.
Kenaikan ini otomatis meningkatkan biaya impor energi Indonesia yang membutuhkan dolar dalam jumlah besar.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya perselisihan antara AS dan Iran terkait program pengayaan uranium, turut mendorong harga minyak.
Pasar juga mencermati potensi konfrontasi militer antara Iran dan Israel di Lebanon Selatan.
Dari sisi domestik, lonjakan harga minyak memaksa korporasi menyediakan lebih banyak dolar AS untuk impor energi.
Periode ini juga bertepatan dengan jadwal pembayaran dividen perusahaan asing dan pelunasan utang luar negeri yang jatuh tempo.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak, Pasar Cemas Nasib Damai AS-Iran
Permintaan dolar yang tinggi tidak diimbangi likuiditas yang cukup, sehingga rupiah terus tergerus.
Selain itu, banyak nasabah mulai memindahkan dana dari tabungan rupiah ke valuta asing, menambah beban permintaan dolar di pasar domestik.
Kebijakan The Fed dan Inflasi
Ketidakpastian geopolitik berdampak pada kenaikan biaya energi, transportasi, dan logistik yang memicu lonjakan inflasi di AS.
Pelaku pasar berspekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Bahkan, ada potensi The Fed menaikkan suku bunga satu kali lagi pada 2026 jika tekanan inflasi belum mereda.
Hal ini semakin memperkuat dolar AS terhadap rupiah.
Pengamat Ekonomi Ibrahim Assuaibi mencatat rupiah sudah melemah hingga 82 poin ke level Rp17.921 seiring kenaikan harga minyak.
>>> Piala Dunia 1966: Kemenangan Inggris dan Misteri Gol Hantu yang Mengejutkan
Ia memprediksi sentimen negatif masih akan membayangi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
Update Terbaru
Napoli Resmi Permanenkan Rasmus Hojlund dari Manchester United
Kamis / 04-06-2026, 01:11 WIB
Persib Bandung Hattrick Juara, Bonus Rp1 Miliar dari KDM Resmi Cair
Kamis / 04-06-2026, 01:10 WIB
Real Madrid Siap Rekrut Konate dan Dumfries, Mourinho Beri Restu
Kamis / 04-06-2026, 01:10 WIB
Ford Incar Pendapatan dari Perawatan Mobil Tua di AS
Kamis / 04-06-2026, 01:06 WIB
Resmi, Daftar 2 Pembalap Pengganti di MotoGP Hungaria 2026: Ada Rider Veteran!
Kamis / 04-06-2026, 01:06 WIB
Link Live Streaming Timnas Indonesia Putri vs Singapura, Duel Resmi FIFA Matchday 2026
Kamis / 04-06-2026, 01:05 WIB
Gachiakuta Season 2 Resmi Diproduksi, Cuplikan Baru Akan Hadir di Anime Expo
Kamis / 04-06-2026, 01:01 WIB
Trailer Terbaru Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Meluncur di State of Play 2026
Kamis / 04-06-2026, 01:00 WIB
Biaya Visa dan Izin Tinggal Jepang Resmi Naik Drastis Mulai 2026
Kamis / 04-06-2026, 01:00 WIB
Microsoft Luncurkan Surface RTX Spark Dev Box untuk Pengembang dan Kreator
Kamis / 04-06-2026, 00:56 WIB
T1 Cetak Sejarah di 2026: Raih Profit Perdana, Pendapatan Melejit 80%!
Kamis / 04-06-2026, 00:56 WIB
Dapil Neraka Solo 2026: Tiga Politikus Muda Siap Bertarung, Termasuk Keponakan Jokowi
Kamis / 04-06-2026, 00:55 WIB
Honor Luncurkan Ponsel Murah X7e dengan Baterai 7.500mAh dan Android 16
Kamis / 04-06-2026, 00:51 WIB
Pencairan Gaji ke-13 PNS Pusat 2026 Capai 99,3 Persen
Kamis / 04-06-2026, 00:50 WIB






