Harga minyak dunia menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu. Penyebabnya adalah tersendatnya pembicaraan damai di Timur Tengah.

Ketidakpastian stabilitas wilayah tersebut menjadi faktor utama kekhawatiran pelaku pasar minyak mentah. Meski geopolitik memanas, pasar saham justru menguat secara global.

>>> Piala Dunia 1966: Kemenangan Inggris dan Misteri Gol Hantu yang Mengejutkan

Pergerakan positif ini didorong oleh tingginya minat investor terhadap sektor teknologi. Khususnya yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI.

Dinamika Negosiasi AS dan Iran

Presiden AS Donald Trump sempat memberikan optimisme bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah dekat. Langkah ini diharapkan mengakhiri konflik tiga bulan terakhir dan membuka akses di Selat Hormuz.

Namun, investor minyak masih skeptis dan memilih menunggu bukti kemajuan konkret. Sentimen pasar terganggu oleh laporan media Iran tentang pemutusan kontak diplomatik akibat serangan Israel ke Lebanon.

Melalui Truth Social, Trump membantah kabar terhentinya komunikasi. Ia menegaskan dialog antara AS dan Iran tetap berlangsung intensif setiap hari.

Pernyataan Trump terkait proses diplomasi: komunikasi kedua negara diklaim terus terjalin, Iran didesak mengambil langkah nyata menuju perdamaian, dan AS menekankan konflik puluhan tahun tidak bisa dibiarkan berlanjut.

Situasi di lapangan masih tegang karena militer Israel dilaporkan masih menyerang Lebanon. Hal ini dianggap ancaman serius bagi rencana gencatan senjata Washington dan Teheran.

Konflik Militer di Kawasan Teluk

Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah negara tetangga. Militer AS menyatakan berhasil menghalau ancaman rudal dan drone ke kawasan Teluk.

Sebagai pertahanan diri, AS melakukan operasi balasan di Pulau Qeshm milik Iran. Centcom melaporkan menindak tiga drone serang Iran yang membahayakan pelaut sipil.