Dampak situasi keamanan terhadap kenaikan harga minyak: Brent naik lebih dari 5% mingguan dan sekitar 2% harian, WTI mencapai 10% mingguan dan sekitar 2% harian.

>>> Erick Thohir Dukung John Herdman Orbitkan Pemain Muda di Timnas Indonesia

Data ini menunjukkan ketidakpastian politik di Timur Tengah memberikan tekanan langsung pada harga energi global.

Investor masih memantau perkembangan militer sebelum mengambil posisi baru.

Sektor Teknologi Menopang Bursa Saham

Di saat harga minyak melonjak, bursa saham global mencatat performa mengesankan. Kenaikan dipimpin sektor teknologi, terutama perusahaan pembuat chip untuk infrastruktur AI.

Bursa Tokyo menguat lebih dari dua persen berkat lonjakan saham Tokyo Electron dan Advantest. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company menjadi penggerak utama bursa Taipei.

Analis pasar IG Chris Beauchamp mengamati pasar ekuitas lebih terpengaruh tren teknologi daripada berita geopolitik. Narasi ekspansi AI dianggap lebih menarik bagi investor.

Penguatan di Asia diikuti rekor baru indeks S&P 500 dan Nasdaq di AS. Saham Marvell Technology melesat setelah diapresiasi CEO Nvidia terkait potensi pertumbuhan.

Kondisi Ekonomi Global dan Nilai Tukar

Sentimen positif di bursa diperkuat data tenaga kerja AS yang menunjukkan peningkatan lowongan pekerjaan. Data ini menjadi indikator penting bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Di pasar valuta asing, Yen sedikit menguat namun tetap di level yang diawasi ketat otoritas Jepang. Muncul spekulasi pemerintah akan melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar.

>>> Fajar/Fikri Akui Penampilan Terburuk Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026

Kabinet Jepang menyetujui anggaran tambahan US$ 19 miliar. Dana ini untuk membantu rumah tangga terdampak kenaikan biaya hidup akibat konflik Iran.