Kementerian Perindustrian Kembangkan Teknologi SPPOT untuk Tekan Emisi Sawit
Kementerian Perindustrian terus mematangkan pengembangan teknologi Steamless POME-less Palm Oil Technology (SPPOT) atau proses kering untuk industri kelapa sawit.
Teknologi ini diharapkan mampu menekan emisi karbon secara signifikan.
>>> ITSEC Asia: Indonesia Hadapi 182 Serangan Siber per Detik Sepanjang 2025
Sistem pengolahan kering pada tandan buah segar (TBS) ini dinilai sangat sesuai untuk perkebunan rakyat. Kapasitas produksinya modular skala kecil, yakni 5 hingga 10 ton per jam.
Teknologi SPPOT Bebas Limbah Cair
Berbeda dengan sistem basah konvensional yang menghasilkan limbah cair (POME), SPPOT sama sekali tidak memproduksi POME. Hal ini membuat emisi dari limbah yang biasanya mencapai 75% dapat ditekan.
Ketua Bidang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) P3PI, Posma Sinurat, menyatakan teknologi ini sudah dinantikan sejak tiga hingga empat tahun lalu.
"Teknologi dry-process ini sedang dinanti-nantikan, khususnya masyarakat yang kebunnya cukup terpencar-pencar," ujarnya dalam konferensi pers TPOMI 2026 di Jakarta.
Posma menambahkan bahwa sistem kering sangat baik karena tanpa kolam limbah sehingga rendah emisi. "Karena tidak ada limbah, tentu jadi rendah emisi," katanya.
Implementasi Masih dalam Skala Laboratorium
Saat ini teknologi SPPOT masih berada dalam skala laboratorium dan proses persiapan uji coba.
Beberapa pelaku industri sudah mulai berkonsultasi, namun Posma menyarankan untuk menunggu regulasi dan kesiapan teknis lebih lanjut.
"Dua hari lalu, sudah ada yang tanya-tanya. Saya beri rekomendasi, tunggu dulu," ujarnya.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) turut memberikan perhatian.
>>> KPop Demon Hunters Naik Satu Peringkat di Netflix Global Pekan ke-50
Ketua Bidang Perkebunan Gapki R Azis Hidayat menekankan pentingnya pembenahan sektor hulu sebelum teknologi berbiaya tinggi diterapkan massal.
Update Terbaru
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Timor Leste Piala AFF U-19 2026
Kamis / 04-06-2026, 04:56 WIB
Jeep Kembali Diproduksi di Tiongkok, Siapkan Dua SUV Off-Road Listrik
Kamis / 04-06-2026, 04:56 WIB
Mengejutkan, Begini Cara Rifaldy Pakai AI Buat Riset Palsu di Konferensi Dunia 2026
Kamis / 04-06-2026, 04:56 WIB
Arsenal Salip Barcelona dalam Perburuan Julian Alvarez
Kamis / 04-06-2026, 04:51 WIB
Tiga Pembalap Terancam Absen di MotoGP Italia 2026, Termasuk Marc Marquez
Kamis / 04-06-2026, 04:51 WIB
Persib Cetak Hattrick Juara, Glenn Sugita Akui BRI Super League 2026 Sangat Berat
Kamis / 04-06-2026, 04:51 WIB
Persis Solo Fokus Benahi Internal Sambut Liga 2 2026
Kamis / 04-06-2026, 04:46 WIB
Tembus 1 Juta Penonton dalam 7 Hari, Sekawan Limo 2 Resmi Jadi Tren 2026
Kamis / 04-06-2026, 04:46 WIB
Betrand Peto Buka Suara soal Hinaan ke Ruben Onsu dari Lingkungan Sarwendah
Kamis / 04-06-2026, 04:46 WIB
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Langsung Layanan SPBU di Bali
Kamis / 04-06-2026, 04:41 WIB
Perluas Automatic Blocking System, Pemerintah Genjot PNBP 2027
Kamis / 04-06-2026, 04:41 WIB
Mintrocket Umumkan Bancho the Chef, Spin-off Dave the Diver di State of Play 2026
Kamis / 04-06-2026, 04:41 WIB
Pindah Faskes BPJS Kesehatan 2026 via Mobile JKN, Praktis Tanpa Antre
Kamis / 04-06-2026, 04:36 WIB
Bursa Berjangka 2026 Makin Diminati, Olein dan Emas Digital Jadi Primadona
Kamis / 04-06-2026, 04:36 WIB






