ITSEC Asia: Indonesia Hadapi 182 Serangan Siber per Detik Sepanjang 2025
Perusahaan tersebut meluncurkan solusi perlindungan digital seperti IntelliBroñ Orion dan Aman untuk intelijen ancaman.
>>> INDODAX Perkuat Kampanye Anti-Phishing Hadapi Lonjakan Serangan Siber
Mereka juga mengoperasikan ITSEC AI Operations Center yang mendukung implementasi kecerdasan buatan di sektor pemerintahan dan BUMN.
Aspek pengembangan SDM juga diperluas melalui ITSEC Cyber and AI Academy. Perusahaan berkomitmen mencetak talenta baru di bidang keamanan siber nasional.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyatakan bahwa ancaman siber kini menjadi tantangan strategis yang mempertaruhkan keberlangsungan operasional di berbagai sektor industri.
Maraknya serangan digital menjadi alarm bagi pimpinan organisasi untuk menempatkan keamanan siber di prioritas teratas, terutama di tengah adopsi AI yang kian masif.
Jenis Ancaman Tercepat: Stealer Malware
Berdasarkan analisis tim Threat Intelligence ITSEC Asia, jenis ancaman dengan pertumbuhan tercepat saat ini adalah stealer malware. Varian program jahat ini tidak hanya membobol kata sandi pengguna.
Malware tersebut juga mampu menguras cookies, session token, data browser, kredensial layanan cloud, hingga hak akses aplikasi bisnis.
Akun yang dikuasai kemudian disalahgunakan untuk account takeover, business email compromise (BEC), penipuan siber, hingga celah masuk ransomware skala masif.
Data BSSN mengonfirmasi bahwa 93,78 persen anomali trafik nasional sepanjang 2025 didominasi aktivitas berbasis malware.
Di saat bersamaan, peretas mulai memanipulasi teknologi AI untuk menggencarkan serangan phishing dan rekayasa sosial.
Rangkaian insiden siber sepanjang 2025 membuktikan target serangan telah meluas ke sektor luas, termasuk lembaga negara, institusi penegak hukum, hingga platform perdagangan saham ritel.
>>> Kaspersky Temukan Modus Phishing Baru dengan Kode QR Teks ASCII
Dari aspek hukum, pemberlakuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang masuk Prolegnas Prioritas 2026 mendorong korporasi mempertebal benteng pertahanan digital.
Update Terbaru
Seoul Grand Park Sambut Kelahiran Panda Merah Hasil Penangkaran Alami Pertama di Korea
Selasa / 21-07-2026, 12:43 WIB
IU Tempuh Jalur Hukum di AS untuk Ungkap Identitas Penyebar Hoaks
Selasa / 21-07-2026, 12:43 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp9.000 Jadi Rp2,601 Juta per Gram
Selasa / 21-07-2026, 12:43 WIB
Kata Pemain Argentina usai Gagal Juara Piala Dunia: Sakit dan Sakit
Selasa / 21-07-2026, 12:42 WIB
Messi Tak Ikut Pulang, Ribuan Suporter Sambut Timnas Argentina bak Pahlawan
Selasa / 21-07-2026, 12:42 WIB
Heboh Poster Wisuda Roy Suryo, Benarkah Tanpa Ujian?
Selasa / 21-07-2026, 12:42 WIB
ESDM Targetkan Investasi Hidrogen Rp32 Triliun dari 93 Proyek
Selasa / 21-07-2026, 12:42 WIB
DPR Minta Pemerintah Cari Penyebab 8.000 WNI Lepas Kewarganegaraan, Bukan Naikkan Tarif
Selasa / 21-07-2026, 12:42 WIB
Fashion Show Victoria's Secret Kembali Digelar, Gigi Hadid Dipastikan Tampil
Selasa / 21-07-2026, 12:42 WIB
Viral 'Cadar Hitam Coolmax': Mengulik Isi Konten, Jebakan Digital, dan Alasan Mengapa Netizen Wajib Waspadai Bahayanya
Selasa / 21-07-2026, 12:41 WIB
Headband Ikonik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026, Ternyata Punya Makna Penting
Selasa / 21-07-2026, 12:38 WIB
BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun, Kapan Harganya Disesuaikan?
Selasa / 21-07-2026, 12:38 WIB
LYON Juara EWC 2026 Free Fire, Wakil Indonesia Gagal Podium
Selasa / 21-07-2026, 12:38 WIB
DPR Paripurna Penutupan Masa Sidang, Hampir Separuh Anggota Absen
Selasa / 21-07-2026, 12:36 WIB







