Perusahaan tersebut meluncurkan solusi perlindungan digital seperti IntelliBroñ Orion dan Aman untuk intelijen ancaman.

>>> INDODAX Perkuat Kampanye Anti-Phishing Hadapi Lonjakan Serangan Siber

Mereka juga mengoperasikan ITSEC AI Operations Center yang mendukung implementasi kecerdasan buatan di sektor pemerintahan dan BUMN.

Aspek pengembangan SDM juga diperluas melalui ITSEC Cyber and AI Academy. Perusahaan berkomitmen mencetak talenta baru di bidang keamanan siber nasional.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyatakan bahwa ancaman siber kini menjadi tantangan strategis yang mempertaruhkan keberlangsungan operasional di berbagai sektor industri.

Maraknya serangan digital menjadi alarm bagi pimpinan organisasi untuk menempatkan keamanan siber di prioritas teratas, terutama di tengah adopsi AI yang kian masif.

Jenis Ancaman Tercepat: Stealer Malware

Berdasarkan analisis tim Threat Intelligence ITSEC Asia, jenis ancaman dengan pertumbuhan tercepat saat ini adalah stealer malware. Varian program jahat ini tidak hanya membobol kata sandi pengguna.

Malware tersebut juga mampu menguras cookies, session token, data browser, kredensial layanan cloud, hingga hak akses aplikasi bisnis.

Akun yang dikuasai kemudian disalahgunakan untuk account takeover, business email compromise (BEC), penipuan siber, hingga celah masuk ransomware skala masif.

Data BSSN mengonfirmasi bahwa 93,78 persen anomali trafik nasional sepanjang 2025 didominasi aktivitas berbasis malware.

Di saat bersamaan, peretas mulai memanipulasi teknologi AI untuk menggencarkan serangan phishing dan rekayasa sosial.

Rangkaian insiden siber sepanjang 2025 membuktikan target serangan telah meluas ke sektor luas, termasuk lembaga negara, institusi penegak hukum, hingga platform perdagangan saham ritel.

>>> Kaspersky Temukan Modus Phishing Baru dengan Kode QR Teks ASCII

Dari aspek hukum, pemberlakuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang masuk Prolegnas Prioritas 2026 mendorong korporasi mempertebal benteng pertahanan digital.