INDODAX memperkuat edukasi keamanan digital melalui kampanye anti-phishing pada Rabu (3/6/2026).

Langkah ini merespons lonjakan serangan siber yang kini lebih banyak menyasar kelengahan pengguna dibandingkan sistem teknologi.

>>> Kaspersky Temukan Modus Phishing Baru dengan Kode QR Teks ASCII

Data Tiger Research menunjukkan metode social engineering menjadi penyebab 74,7% total kerugian industri Web3 pada kuartal pertama 2026.

Angka ini naik dari 64,3% pada 2025.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 5,5 juta serangan siber sepanjang 2025.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melaporkan kerugian penipuan keuangan mencapai Rp9,1 triliun sejak 2024 hingga Januari 2026.

William Sutanto, CEO INDODAX, menyoroti perubahan pola operasi pelaku kejahatan digital. "Saat ini pelaku kejahatan tidak selalu berusaha membobol sistem yang kompleks.

Mereka justru mencari cara yang lebih mudah, yaitu memanipulasi pengguna agar secara sukarela memberikan akses akun, kode OTP, atau informasi pribadi melalui tautan maupun nomor palsu," ujarnya.

>>> Sinopsis Masters of the Universe (2026): Nicholas Galitzine Jadi He-Man

"Karena itu, literasi keamanan digital harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat," lanjut William.

Modus yang kian marak adalah manipulasi hasil mesin pencari yang mengarahkan korban ke saluran komunikasi atau situs web replika.

"Banyak korban merasa aman karena menemukan informasi tersebut melalui mesin pencari. Padahal posisi teratas di hasil pencarian tidak selalu menjamin keaslian suatu informasi," jelas William.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya mencari, tetapi juga memverifikasi. Pastikan selalu mengakses website resmi dan menggunakan kanal komunikasi resmi yang telah disediakan," tambahnya.

Perusahaan mengimbau masyarakat menerapkan tiga langkah pencegahan: pemeriksaan domain situs, verifikasi nomor telepon, dan penggunaan kanal bantuan resmi.

>>> Phil Collins Belum Tutup Pintu dari Musik Meski Pensiun

Layanan pengaduan serta verifikasi indikasi penipuan disediakan melalui Live Chat Help Center, nomor (021) 5065 8888, serta layanan prioritas di (021) 5036 8888.