Kaspersky Temukan Modus Phishing Baru dengan Kode QR Teks ASCII
Penjahat siber kini menggunakan modus baru dengan membuat kode QR dari rangkaian karakter teks ASCII. Metode ini lebih sulit dideteksi dibandingkan kode QR gambar konvensional.
Temuan ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky. Serangan phishing menggunakan kode QR melonjak hingga lima kali lipat pada paruh kedua 2025.
>>> Sinopsis Masters of the Universe (2026): Nicholas Galitzine Jadi He-Man
Pelaku menyusun kode QR dari simbol teks agar lolos dari sistem keamanan email. Sistem keamanan biasanya mengandalkan pemindaian gambar atau deteksi tautan.
Teknik ini memanfaatkan konsep grafik ASCII yang sudah ada sejak era komputer awal. Metode serupa pernah digunakan oleh pengirim spam pada awal 2000-an untuk menghindari deteksi.
Dalam skema yang ditemukan, korban menerima email tiruan yang seolah-olah berasal dari mitra bisnis. Email tersebut terkait dokumen rahasia di layanan DocuSign.
Korban diminta memindai kode QR berbentuk teks. Kode tersebut mengarahkan korban ke situs palsu pencuri kredensial perusahaan.
Banyak solusi keamanan email kesulitan mengenali tautan mencurigakan karena bentuk kode QR yang tidak menggunakan gambar konvensional.
"Sebelumnya kita telah melihat pelaku phishing mencoba menghindari pemindaian tautan dengan menyembunyikan URL dalam gambar.
>>> Phil Collins Belum Tutup Pintu dari Musik Meski Pensiun
Sekarang mereka mencoba menghindari pemindaian berbasis gambar dengan kembali ke teks - kali ini untuk menampilkan kode QR," ujar Roman Dedenok, Pakar Anti-Spam di Kaspersky.
Roman Dedenok menambahkan bahwa setiap permintaan memasukkan kredensial perusahaan pada perangkat seluler melalui kode QR harus segera dicurigai.
"Ketika kode QR dibentuk menggunakan seni ASCII tekstual, hampir pasti itu adalah upaya phishing atau umpan ke URL berbahaya.
Trik ini hanya memiliki satu tujuan: melewati teknologi keamanan," ucapnya.
Kaspersky mengingatkan korporasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap evolusi serangan berbasis email ini.
Perusahaan disarankan menerapkan solusi keamanan email yang mampu mendeteksi spam, phishing, kompromi email bisnis (BEC), hingga ancaman QR code.
>>> Sinopsis Knives Out, Bioskop Trans TV 3 Juni 2026
Pengguna diimbau untuk selalu memverifikasi sumber email dan tidak sembarangan memindai kode yang meminta informasi sensitif akun perusahaan.
Update Terbaru
Thailand Lolos ke Final Piala AFF U19 Usai Hajar Kamboja 4-0
Kamis / 11-06-2026, 20:02 WIB
Timnas U19 Indonesia Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U19
Kamis / 11-06-2026, 20:01 WIB
KPK Sita Uang Rp200 Juta dan Mobil dalam Kasus Suap BPK Muara Enim
Kamis / 11-06-2026, 20:01 WIB
Studi Universitas Pennsylvania: Konsumsi Ikan Naikkan IQ Anak hingga 4 Poin
Kamis / 11-06-2026, 20:00 WIB
Bank Indonesia Catat Penjualan Eceran Mei 2026 Masih Terkontraksi
Kamis / 11-06-2026, 20:00 WIB
Nonton Download Film Animasi Garuda di Dadaku (2026) di Bioskop Bukan LK21: Atmosfer Stadion Terasa Dekat dan Meyakinkan
Kamis / 11-06-2026, 20:00 WIB
Pemerintah Susun RPPEM Nasional untuk Perkuat Tata Kelola Mangrove
Kamis / 11-06-2026, 19:56 WIB
Pemain Timnas Jerman Patungan Sewa Bus untuk 600 Suporter
Kamis / 11-06-2026, 19:53 WIB
ASUS ROG dan ProArt PZ14 Mulai Pre-order di India, Harga Rp 2,7 Juta
Kamis / 11-06-2026, 19:53 WIB
DPR dan Pemerintah Sepakati Target Defisit APBN 2027 Sebesar 1,8%-2,4% PDB
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
MVBT Entertainment dan Peran Kita Sukses Gelar Pentas Monolog di IKJ
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
Jadwal Semifinal AFF U19 2026: Indonesia vs Australia 11 Juni
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
Subway Surfers Hadirkan Bali dan Karakter Baru Bernama Lestari
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
Jaecoo J5 Pimpin Daftar Mobil Listrik Terlaris Mei 2026
Kamis / 11-06-2026, 19:51 WIB






