Persaingan antara Maximo Quiles dan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 semakin menarik perhatian. Kedua pembalap muda ini menunjukkan performa impresif sepanjang musim.

Quiles, yang membela CFMoto Aspar Team, tampil dominan dengan memenangkan empat dari enam balapan. Rider asal Spanyol berusia 18 tahun itu kini memuncaki klasemen sementara dengan 140 poin.

>>> 3 Bintang Timnas Indonesia yang Jadi Kartu Truf Lawan Oman, Mengejutkan!

Adrian Fernandez berada di posisi kedua dengan selisih 64 poin dari Quiles. Dominasi Quiles sulit dibendung sejak awal seri.

Sementara itu, Veda Ega Pratama, pembalap debutan Indonesia dari Honda Team Asia, menempati peringkat kelima dengan 58 poin.

Pencapaian ini luar biasa bagi seorang pendatang baru di level dunia.

Perbandingan Kecepatan Maksimum di Lintasan

Data dari seri Moto3 Catalunya 2026 mengungkap perbandingan top speed kedua pembalap. Veda mencatatkan kecepatan maksimal 247,1 km/jam pada sesi latihan bebas kedua.

Sementara itu, Quiles berhasil menembus kecepatan puncak 250,5 km/jam. Selisih 3,4 km/jam memberikan keuntungan bagi Quiles di lintasan lurus.

Keunggulan kecepatan ini membantu Quiles bangkit dari posisi kedelapan di Catalunya dan finis pertama. Veda, meski lebih lambat, tetap kompetitif di lintasan.

>>> Sinopsis Knives Out di Bioskop Trans TV 3 Juni 2026, Kasus Misterius yang Banyak Dicari

Berikut perbandingan performa kedua pembalap:

  • Maximo Quiles: CFMoto Aspar Team, usia 18 tahun, 140 poin, peringkat 1, top speed 250,5 km/jam.
  • Veda Ega Pratama: Honda Team Asia, usia 17 tahun, 58 poin, peringkat 5, top speed 247,1 km/jam.

Veda sebelumnya memiliki kenangan manis di Eropa saat memenangkan Red Bull Rookies Cup 2025 di Mugello. Kemenangan itu menjadi modal kepercayaan dirinya di Moto3.

Mugello dikenal sebagai trek favorit Veda karena karakteristiknya yang menantang. Lintasan ini juga tempat legenda Valentino Rossi sering menunjukkan kehebatannya.

Pertanyaannya kini, apakah Quiles akan terus mendominasi hingga akhir musim? Banyak pengamat menilai ia sulit ditaklukkan jika konsisten.

Namun, Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk berkembang. Musim balap masih panjang dan segala kemungkinan bisa terjadi.

>>> Viral Anak Kelaparan Minta Rp10 Ribu Ditolak Ayah, Alasannya Mengejutkan Karena Bayi Baru

Dukungan dari masyarakat Indonesia terus mengalir untuk Veda. Keberhasilannya menembus lima besar klasemen membuktikan pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.