Sebuah percakapan di WhatsApp antara seorang ayah dan anak perempuannya viral di media sosial. Sang anak meminta uang Rp10 ribu untuk membeli nasi karena sangat kelaparan.

Ia mengaku kondisi kesehatannya menurun setelah seminggu hanya makan mi instan. Perutnya terasa perih dan ia memohon belas kasihan ayahnya.

>>> Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di 2026, Kemenkeu Ungkap 5 Indikator Resminya

Penolakan Sang Ayah

Ayahnya justru menolak memberikan bantuan. Ia beralasan kini memiliki kehidupan baru bersama keluarga dan seorang bayi yang menjadi prioritas.

Ia menyatakan tidak memiliki dana berlebih karena uangnya dialokasikan untuk kebutuhan bayi. Ia meminta putrinya tetap bersyukur meski hanya makan mi instan.

Dalam percakapan itu, sang ayah merasa tanggung jawabnya sudah gugur setelah tidak tinggal serumah. Ia juga menyebut biaya kuliah bukan lagi urusannya.

Sang anak akhirnya memblokir nomor ayahnya setelah mengirim pesan penutup yang menyentuh. Ia mendoakan agar adik bayinya tidak merasakan pahitnya tumbuh tanpa ayah.

>>> Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG 2026

Reaksi Publik

Unggahan di Instagram @kegobloganunfaedah itu dibanjiri komentar pedas. Banyak netizen mengecam sikap sang ayah yang dianggap menelantarkan anak kandung demi hidup baru.

Sebagian netizen memperingatkan agar ayah tersebut tidak mencari anaknya di masa tua jika kini bersikap abai. Mereka menilai tanggung jawab orang tua tidak hilang meski bercerai.

Namun, ada pula yang meragukan keaslian chat tersebut. Mereka menduga konten ini sengaja dibuat untuk menarik simpati atau meningkatkan interaksi.

>>> Rupiah Melemah, Bisnis Trade Finance Perbankan 2026 Terbukti Tetap Tangguh

Terlepas dari validitasnya, kasus ini menjadi refleksi tentang kewajiban moral orang tua terhadap anak. Percakapan itu terus dibagikan sebagai pengingat dampak psikologis perceraian.