Kepala Badan Pengaturan BUMN yang juga COO Danantara, Dony Oskaria, akan memangkas 21 anak usaha PT PLN (Persero).

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran perusahaan setrum negara.

>>> Prudential Indonesia Catat Premi Rp21,1 Triliun pada 2025, Produk Tradisional Tumbuh 16%

Perampingan ditargetkan selesai pada 2028. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat tata kelola perusahaan.

Strategi Konsolidasi dan Divestasi

Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara Dony Oskaria dengan jajaran direksi PLN pada Selasa (2/6/2026). Dalam rapat tersebut, beberapa langkah strategis dipaparkan.

Langkah-langkah tersebut meliputi konsolidasi unit usaha yang memiliki fungsi serupa. Selain itu, PLN akan melakukan divestasi pada aset yang tidak sejalan dengan fokus utama bisnis.

Restrukturisasi portofolio bisnis juga akan dijalankan untuk memperkuat fundamental keuangan. Struktur organisasi akan disederhanakan agar pengambilan keputusan lebih cepat.

Dony menegaskan bahwa percepatan transformasi adalah kunci memperkuat keandalan sistem kelistrikan. Hal ini penting untuk mendukung ketahanan energi nasional.

>>> Cara Cek Hasil Jurnal SPMB 2026 Online Lewat HP dengan Mudah dan Cepat

Progres Implementasi RUPTL

Pertemuan tersebut juga mengevaluasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Hingga saat ini, 1.634 proyek telah mulai dijalankan, atau sekitar 40 persen dari total proyek.

Wilayah prioritas meliputi Sumatra, Jawa, Madura, dan Bali. Fokus utama adalah penguatan transmisi dan kapasitas pembangkit.

Fokus Penguatan Sistem Kelistrikan di Sumatra

Perbaikan sistem kelistrikan di Sumatra menjadi perhatian khusus. Hal ini menyusul gangguan sistem yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

PLN sedang menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan jaringan transmisi 500 kV. Juga dikembangkan jalur transmisi 275 kV dan perluasan jaringan distribusi 150 kV.

>>> Kode Redeem Genshin Impact April 2026: Klaim Primogems Gratis Sekarang

Peningkatan kapasitas pembangkit di titik strategis Sumatra juga dilakukan. Proyek ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan dan memperkuat ketahanan energi nasional.