Jika berlangsung dalam waktu lama, situasi ini dapat menjadi hambatan bagi target Indonesia untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Agenda Penguatan Kelas Menengah

Penguatan kelas menengah membutuhkan langkah yang lebih terarah. Salah satu prioritas utama adalah memperluas penciptaan lapangan kerja formal dengan produktivitas dan upah yang lebih baik.

Revitalisasi sektor manufaktur menjadi penting karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Selain itu, investasi pada pendidikan, pelatihan vokasi, dan keterampilan digital perlu diperkuat agar tenaga kerja Indonesia lebih siap menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Pemerintah juga perlu menjaga keterjangkauan kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Penguatan layanan publik dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus bergantung pada kenaikan pendapatan nominal semata.

Perlindungan sosial yang adaptif juga menjadi bagian penting. Ketika menghadapi kehilangan pekerjaan, krisis kesehatan, atau tekanan ekonomi lainnya, kelas menengah memerlukan sistem perlindungan yang mampu mengurangi risiko penurunan kesejahteraan.

Pada akhirnya, peningkatan daya beli yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kenaikan produktivitas nasional. Produktivitas yang lebih tinggi membuka ruang bagi kenaikan upah, memperkuat konsumsi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat.

Masa Depan Indonesia Ditentukan Kekuatan Kelas Menengah

Target Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Indonesia juga memerlukan kelas menengah yang mampu berkembang, memiliki optimisme, dan terus meningkatkan kualitas hidupnya.

Kelompok ini menjadi penggerak aktivitas ekonomi sehari-hari, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga investasi pendidikan dan usaha. Karena itu, penyusutan kelas menengah perlu dipandang sebagai peringatan yang memerlukan respons serius.

Masa depan ekonomi Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan menjaga agar jutaan keluarga kelas menengah tetap memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. Ketika kelompok ini tumbuh kuat, fondasi pertumbuhan ekonomi nasional juga akan menjadi lebih kokoh.