Nikel tercatat USD 18.799,29 per metrik ton kering (dmt), sedikit turun dari USD 18.849,29 per dmt.

Kobalt juga terkoreksi tipis menjadi USD 55.851,43 per dmt dari USD 55.853,93 per dmt.

Sementara itu, beberapa komoditas logam justru menguat.

Timbal naik ke USD 1.989,46 per dmt, seng menjadi USD 3.486,36 per dmt, tembaga ke USD 13.535,86 per dmt, dan aluminium ke USD 3.653,43 per dmt.

Harga-harga ini menjadi acuan bagi pelaku industri pertambangan dalam menentukan nilai jual dan perhitungan royalti kepada negara. Kementerian ESDM berwenang penuh mengatur sektor energi dan sumber daya alam.

>>> Dadan Dicopot, Ekonom Ingatkan Tantangan Program MBG 2026 Masih Berat

Pergerakan harga komoditas dipengaruhi faktor global seperti permintaan pasar internasional dan ketersediaan stok. Fluktuasi ini penting dipantau mengingat kontribusi ekspor batu bara Indonesia terhadap devisa negara.