Model pakaian harus disesuaikan apakah postur tersebut bertipe segitiga, segitiga terbalik, atau lurus.

"Bentuk tubuh kita berbeda-beda ya, ada yang berbentuk segitiga, segitiga terbalik, sampai yang lurus. Misalnya, ini cukup sering dilakukan untuk pemilihan bawahan," ujar Evy.

"Jadi, pemilihan jeans atau model bawahan yang bisa menunjang bentuk tubuh juga akan berbeda-beda, tergantung kebutuhan masing-masing," lanjutnya.

2. Periksa Personal Color

Kesesuaian antara warna pakaian dengan rona kulit serta rambut dikenal sebagai personal color. Memeriksa aspek ini penting karena tidak semua warna memberikan efek yang sama pada setiap orang.

>>> Kisah Della: Hubungan 4 Tahun Kandas, Mantan Nikahi Rekan Kerja dalam Sebulan

"Kita bisa cek personal color kita.

Nah, kalau memang ternyata ada warna yang sesuai dengan personal color kita dan kita ingin mencoba, itu bisa saja dicoba," katanya.

Warna yang dirasa kurang serasi dengan kulit tetap dapat digunakan dengan strategi tertentu. Langkah termudah adalah dengan mengaplikasikannya pada satu item terlebih dahulu untuk melihat kecocokannya.

"Tapi, kalau ternyata ada warna yang kurang cocok, itu bukan berarti tidak boleh dipakai. Tapi cara paling sederhana untuk mengadopsinya adalah coba satu item dahulu," ungkap Evy.

Evaluasi rasa nyaman dan tingkat rasa percaya diri saat mengenakan warna tersebut menjadi hal utama. Rasa percaya diri merupakan aspek esensial dalam berbusana.

"Lalu, lihat bagaimana perasaan kita saat memakainya, apakah ada reaksi tertentu? Pada dasarnya, selalu perhatikan dan gunakan perasaan sendiri.

Apakah kita merasa lebih percaya diri?" jelasnya.

3. Pahami Personal Style

Setiap orang memiliki preferensi gaya yang unik sehingga pilihan busana tidak dapat disamakan. Sebagian orang menyukai pakaian longgar, sementara yang lain lebih memilih potongan yang pas di badan.

Proses identifikasi model pakaian yang paling sering memberikan rasa nyaman perlu dilakukan terlebih dahulu. Pemahaman ini akan mempermudah penentuan karakter gaya yang tepat.

"Sebelum memilih pakaian, coba kenali yang lebih sering nyaman seperti apa. Kalau lebih suka yang santai dan tidak terlalu membentuk tubuh, bisa pilih item yang longgar.

Tapi, kalau lebih suka tampilan yang rapi dan lebih tegas, bisa pilih yang lebih pas di badan," kata Evy.

Penentuan kombinasi pakaian lain menjadi lebih sederhana setelah gaya yang disukai berhasil ditemukan. Arah berpakaian sudah lebih terfokus.

"Kalau sudah ketemu pilihan yang sesuai, biasanya jadi lebih mudah juga untuk memadukan pakaian lain, karena arah gayanya sudah jelas.

>>> 9 Karakter Perempuan dengan Pesona Langka yang Dikagumi Banyak Orang

Jadi, sebenarnya lebih mengenali rasa nyaman diri sendiri, bukan sekadar ikut tren," ujar Evy.