Pjs.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebutkan bahwa keluarnya sejumlah emiten dari indeks global merupakan bagian dari dinamika pasar modal yang tengah berbenah.

Menurutnya, situasi ini adalah konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi pasar modal oleh Self Regulatory Organization (SRO).

Daftar Lengkap Emiten yang Keluar

  • PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA): Saham Grup Sinar Mas ini dicoret dari kategori large cap karena konsentrasi kepemilikan tinggi (HSG).
  • PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ): Dikeluarkan dari kategori micro cap karena free float di bawah batas minimum.
  • PT Hillcon Tbk (HILL): Gagal melewati proses penyaringan pengawasan (failed surveillance stocks screen).
  • PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA): Didepak karena kegagalan dalam penyaringan pengawasan saham.
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Raksasa teknologi ini keluar dari GEIS Mid Cap Index karena status di Papan Pengembangan BEI.
  • PT Trimegah Bangun Persada (NCKL): Saham tambang nikel ini dicoret dari kategori mid cap karena ketidaksesuaian persyaratan indeks.
  • PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID): Dicoret dari GEIS Micro Cap Index setelah gagal memenuhi kriteria peninjauan pengawasan saham.
  • PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA): Pengelola jaringan bioskop Cinema XXI ini dikeluarkan dari kategori micro cap karena tidak lolos failed surveillance stocks screen.

Data di atas merangkum alasan teknis di balik pencoretan masing-masing emiten. Sebagian besar pencoretan didominasi isu pengawasan teknis dan klasifikasi papan perdagangan di bursa lokal.

Para pelaku pasar diingatkan bahwa keluar atau masuknya saham dalam indeks global adalah hal lumrah dalam siklus pasar modal.

>>> Profil Callum Turner: Kekasih Dua Lipa dan Aktor yang Hampir Jadi Pesepak Bola

Kondisi fundamental perusahaan tetap menjadi faktor penentu utama bagi nilai investasi jangka panjang.