Perbankan Indonesia semakin agresif memburu dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebagai strategi menghadapi kenaikan biaya dana.

Langkah ini dipicu oleh keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.

>>> Jumlah Warga RI Plesiran ke Luar Negeri Anjlok 30 Persen per April 2026

Data Bank Indonesia hingga April 2026 menunjukkan pertumbuhan CASA jauh melampaui deposito.

Instrumen giro tumbuh 15,9% year-on-year (yoy) dan tabungan naik 8,9% (yoy), sementara deposito hanya tumbuh 4,6% (yoy).

Analisis dan Strategi Bank

Trioksa Siahaan, Senior Vice President LPPI, memperkirakan tren pertumbuhan CASA akan terus melampaui deposito.

"Kenaikan BI Rate akan mendorong bank semakin agresif meningkatkan porsi CASA karena sumber dana ini menjadi kunci untuk menjaga COF tetap rendah," ujarnya, Selasa (2/6/2026).

PT Bank CIMB Niaga Tbk menjadi salah satu bank yang aktif mendorong CASA.

Per April 2026, porsi dana murah CIMB Niaga mencapai 74% dari total DPK, naik dari 67,2% pada April 2025.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menegaskan komitmen menjaga rasio CASA tinggi. Ia mengkhawatirkan biaya dana akan naik setelah kenaikan BI Rate.

Pertumbuhan dana murah CIMB Niaga didorong oleh giro non-retail dari rekening operasional korporasi, peningkatan tabungan nasabah payroll, dan layanan wealth management.

>>> Ditjen Pajak Wanti-wanti WP: Data Rekening di Coretax 2026 Harus Valid Agar Restitusi Cepat Cair

CIMB Niaga memproyeksikan porsi dana murah tetap di atas 70% hingga akhir 2026.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga memperkokoh posisi dengan rasio CASA mencapai 84,97% per April 2026, naik dari 82,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya.