Bunga Zainal dan Sukhdev Singh Datangi Propam Mabes Polri, Laporan 2 Tahun Mandek
Pasangan selebritas Bunga Zainal dan suaminya, Sukhdev Singh, mendatangi Divisi Propam Mabes Polri. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kejelasan kasus dugaan penipuan yang telah lama dilaporkan.
Kasus dengan kerugian besar ini sebelumnya ditangani Polda Metro Jaya. Namun, penanganan perkara dinilai tidak berjalan selama dua tahun terakhir.
>>> Bunga Zainal Laporkan Oknum Polisi ke Propam, Desak Pemecatan
Kekecewaan Terhadap Lambatnya Proses Hukum
Kuasa hukum Sukhdev Singh, Tommy Sinulingga, menyampaikan rasa kecewa atas mandeknya laporan kliennya. Ia menilai tidak ada kemajuan berarti dalam proses hukum.
Pihaknya telah mengirim surat resmi pada 13 Mei lalu untuk menanyakan status perkara. Namun, tanggapan yang diterima dianggap tidak memuaskan dan berbelit-belit.
Berikut detail kekecewaan pihak kuasa hukum:
- Surat permohonan kejelasan kasus dimasukkan sejak 13 Mei 2026.
- Setelah dua minggu, surat baru akan didisposisikan ke Bid Propam Polda Metro Jaya.
- Berkas tersebut belum juga dikirimkan ke instansi terkait.
- Pihak pelapor merasa proses birokrasi menghambat pencarian keadilan.
Koordinasi antar-lembaga yang lambat memicu pihak Sukhdev Singh meminta perhatian langsung dari pimpinan Mabes Polri.
Harapan Akan Atensi Khusus dari Mabes Polri
Pihak keluarga berharap Divisi Propam Mabes Polri memberi perhatian khusus. Mereka meminta perkara tidak dikembalikan ke Polda Metro Jaya agar pengawasan terjaga.
Tommy menegaskan kliennya membutuhkan kebijaksanaan pimpinan Polri agar kasus ditangani lebih profesional. Penanganan di tingkat Mabes akan menjamin independensi dan transparansi.
Poin utama permohonan kepada Divisi Propam Polri:
- Meminta diskresi pimpinan Div Propam untuk mengambil alih pengawasan.
- Menginginkan perkara tetap di bawah pengawasan Mabes Polri.
- Mengharapkan langkah nyata yang memberikan rasa keadilan.
- Mendorong penegakan hukum profesional tanpa penundaan.
Langkah ini diambil karena kekhawatiran jika kasus terus di level yang sama, hasil akan tetap nihil. Keadilan bagi korban menjadi prioritas.
Update Terbaru
Umuh Muchtar Rayakan Ulang Tahun ke-78 di Tengah Hattrick Persib
Rabu / 03-06-2026, 02:45 WIB
Optimis Tatap Piala Dunia 2026, Pelatih Spanyol Sebut Kesiapan Lamine Yamal Mengejutkan
Rabu / 03-06-2026, 02:45 WIB
Rivalitas Veda Ega vs Hakim Danish Memanas Jelang Moto3 Italia 2026
Rabu / 03-06-2026, 02:44 WIB
John Herdman Panggil Saddil Ramdani Kembali ke Timnas Indonesia
Rabu / 03-06-2026, 02:40 WIB
Bupati Boyolali Ungkap Strategi Wisata dan Atasi Gangguan Kera
Rabu / 03-06-2026, 02:40 WIB
5 Kunci Hubungan Langgeng: Tindakan Pasangan dengan Emotional Security
Rabu / 03-06-2026, 02:39 WIB
Persebaya Surabaya Perpanjang Kontrak Jefferson Silva Hingga Mei 2028
Rabu / 03-06-2026, 02:35 WIB
IHSG Sesi I Melesat ke 6.218, Investor Domestik Borong Saham
Rabu / 03-06-2026, 02:35 WIB
PP 28/2026 Perketat PPh Final UMKM agar Tak Disalahgunakan Usaha Besar
Rabu / 03-06-2026, 02:34 WIB
Slate Truck: Mobil Listrik Murah yang Menolak Melacak Pengemudi
Rabu / 03-06-2026, 02:30 WIB
Update Gaji ke-13 2026: Jadwal Cair Resmi dan Nominal Terbaru ASN TNI Polri
Rabu / 03-06-2026, 02:30 WIB
Cara Cek PIP 2026 Online Pakai NIK NISN, Ini Cara Cepat Cair ke Rekening
Rabu / 03-06-2026, 02:29 WIB
Ultimatum FMF: Pemain Liga MX Terancam Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
Rabu / 03-06-2026, 02:25 WIB
PSSI Targetkan Juara Piala AFF 2026 untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
Rabu / 03-06-2026, 02:25 WIB






