Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Langkah ini diwujudkan melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang dijalankan bersama INOVASI.

Pemerintah Indonesia menjalin kolaborasi erat dengan Kedutaan Besar Australia. Kerja sama ini bertujuan memastikan setiap sekolah menjadi tempat yang mendukung perkembangan siswa secara optimal.

>>> Jepang Resmi Naikkan Biaya Visa dan Izin Tinggal WNA Mulai 2026

Fokus pada Pendekatan Kultural dan Humanis

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan program ini merupakan langkah konkret dari Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem sekolah yang melindungi siswa dari berbagai risiko.

Peraturan tersebut menitikberatkan pada pembangunan budaya, lingkungan sosial, fisik, hingga aspek spiritual di sekolah. Hal ini diharapkan menumbuhkan rasa aman yang lebih mendalam bagi seluruh warga sekolah.

Pendekatan yang diambil lebih humanis, inklusif, dan partisipatif. Dengan cara ini, setiap anak diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap keamanan di sekitarnya.

Pemerintah sengaja memilih jalur kultural dibandingkan prosedur administratif yang kaku. Harapannya, nilai-nilai keamanan dan kenyamanan dapat mendarah daging dalam keseharian di sekolah.

Kolaborasi Internasional dan Pertukaran Wawasan

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mendukung program ini. Ia menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri serta ketangguhan pada setiap siswa.

Gita melihat adanya peluang besar bagi kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan di bidang pendidikan.

Australia dan Indonesia dapat belajar satu sama lain dalam menciptakan standar keamanan sekolah yang lebih baik.

>>> Audit Internal BGN Masih Berjalan, Hasil Evaluasi Terbaru 2026 Segera Diumumkan

Berikut empat pilar perlindungan dalam program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman: