Indonesia dan China telah menyepakati perluasan penggunaan LCT untuk mempererat hubungan investasi dan perdagangan bilateral.

>>> Daftar Kota Teraman di ASEAN 2026: Ironi Medan yang Masih Dijuluki Gotham City

Kerja sama ini mengurangi biaya konversi mata uang yang selama ini melalui perantara dolar AS.

Nilai transaksi LCT RI-China pada 2025 mencapai lebih dari US$ 25 miliar per tahun. Rata-rata transaksi bulanan pada 2026 mencapai kisaran US$ 3,7 miliar.

Jenis transaksi yang tersedia meliputi spot, swap, dan forward.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan pihaknya terus memperluas jaringan bank yang melayani transaksi Yuan di dalam negeri.

Sinergi dengan bank sentral mitra dilakukan untuk menjaga ekosistem pasar keuangan tetap sehat.

Saat ini, masyarakat dan pelaku bisnis sudah dapat melakukan berbagai transaksi menggunakan Yuan langsung di Indonesia.

Layanan mencakup transaksi tunai seketika (spot) hingga lindung nilai seperti swap dan forward.

Langkah ini memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi investor. Dengan keterlibatan Himbara dan dukungan likuiditas BI, posisi Rupiah diharapkan semakin tangguh menghadapi gejolak ekonomi global.

Implementasi LCT yang matang diprediksi menekan biaya operasional ekspor dan impor bagi perusahaan nasional. Efisiensi ini diharapkan berdampak positif pada stabilitas harga barang dan jasa di tingkat konsumen.

Thomas Djiwandono diharapkan segera memberikan kepastian mengenai mekanisme dukungan likuiditas yang diminta Himbara.

>>> Hasil Mengejutkan Indonesia Open 2026: Leo/Daniel Langsung Tersingkir di Babak Pertama

Kejelasan aturan akan menjadi landasan bagi perbankan nasional untuk bergerak lebih agresif mendukung program dedolarisasi pemerintah.