Kredit Nganggur Perbankan Tembus Rp2.527 Triliun, Ini Dampaknya bagi Ekonomi 2026
Nilai total kredit yang sudah disetujui perbankan namun belum dicairkan nasabah mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026.
Angka ini menunjukkan banyak pelaku usaha masih menahan diri untuk menarik dana pinjaman.
>>> Usai Copot Dadan Hindayana, Pemerintah Prabowo Resmi Audit BGN di 2026
Fenomena ini dikenal sebagai kredit menganggur atau idle credit. Sebagian besar pengusaha memilih menunggu momentum yang tepat sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
Penyebab Kenaikan Kredit Nganggur
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Nixon Napitupulu, mengungkapkan nilai kredit yang belum dicairkan meningkat 7,35% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XI DPR RI pada awal Juni 2026.
Menurut Nixon, setiap nasabah memiliki pertimbangan sendiri terkait komitmen pinjaman. Beberapa merasa belum membutuhkan dana, sementara yang lain sengaja menunda karena situasi ekonomi.
Ia menekankan bahwa pencairan kredit sangat bergantung pada kebutuhan mendesak para pelaku usaha. Meskipun komitmen sudah dibuka, realisasi penarikan tetap tergantung kondisi bisnis.
>>> Suku Bunga Naik, Ini Strategi Resmi Pegadaian Jaga Bisnis Tetap Tumbuh di 2026
Dominasi Bank Besar dalam Penumpukan Kredit
Tren kredit menganggur tidak merata di seluruh sektor perbankan. Lonjakan paling tajam terjadi pada kelompok bank besar dengan kapasitas modal kuat.
Sebaliknya, bank skala kecil seperti KBMI 1 dan KBMI 2 justru mencatat penurunan nilai kredit yang belum ditarik.
Hal ini menunjukkan dinamika berbeda antar kelompok bank.
Berikut rincian pertumbuhan kredit menganggur berdasarkan kategori bank:
- Kelompok KBMI 4: Kenaikan 12,24% secara tahunan.
- Kelompok KBMI 3: Pertumbuhan tertinggi 12,5% secara tahunan.
- Rata-rata industri: Pertumbuhan nasional 7,35% secara tahunan.
Pertumbuhan pada KBMI 3 dan KBMI 4 jauh melampaui rata-rata industri. Ini mengonfirmasi penumpukan likuiditas kredit paling banyak terjadi di institusi keuangan skala besar.
>>> Call of Duty Warzone Resmi Rilis Map Avalon, Sistem Rotasi Terbaru 2026 Dimulai
Secara keseluruhan, situasi ini menggambarkan likuiditas perbankan yang tetap terjaga di tengah sikap waspada sektor riil. Kecepatan pemulihan ekspansi dunia usaha menjadi kunci penyerapan kredit tersebut.
Update Terbaru
Magang Nasional 2026 di Jakarta: Daftar Kementerian dan Gaji UMP
Sabtu / 18-07-2026, 06:49 WIB
Don Ritto Langsung Ditahan, Febrie Adriansyah Masih Bebas, Kejagung: Nanti Itu...
Sabtu / 18-07-2026, 06:49 WIB
Pria Tewas Ditembak ICE di Texas Bawa Garam, Bukan Narkoba, Kata Pengacara
Sabtu / 18-07-2026, 06:48 WIB
Perusahaan Ghost Gun Husky Armory Diperintahkan Bayar Rp1,6 Triliun
Sabtu / 18-07-2026, 06:48 WIB
Mantan Teman D4vd Mengaku Dihadapkan pada Hubungan dengan Remaja 13 Tahun
Sabtu / 18-07-2026, 06:43 WIB
Ayah Tersangka Pembunuhan Charlie Kirk Jalankan Bisnis Sukses
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Penggugat Stefon Diggs Bantah Tuntutannya Demi Uang
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
BMW Luncurkan Plugin ChatGPT untuk Konfigurasi Mobil
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Deputi Polisi Kecelakaan Saat Ngebut 92 mph Tanpa Tugas, Rugikan Negara Rp1,2 Miliar
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Vietnam di Semifinal SEA V Cup
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Prabowo: Banyak Pejabat Masuk RS karena Kerja Keras
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Inggris Punya Catatan Buruk di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
Sabtu / 18-07-2026, 06:38 WIB
Ketua Komisi V DPRD Jabar Pastikan Pembahasan SPP Sekolah Tetap Berlanjut
Sabtu / 18-07-2026, 06:38 WIB
Spanyol vs Argentina: Genetika Gergaji Kayu Menguji 'Demigod' Messi
Sabtu / 18-07-2026, 06:38 WIB







