Data tersebut menunjukkan meskipun ada kenaikan harga bibit sapi, nilainya masih dalam batas wajar.

Pemerintah terus memantau pergerakan harga agar peternak lokal tetap mampu melakukan peremajaan ternak tanpa terbebani biaya ekstrem.

Upaya Efisiensi dari Sektor Industri

Pihak swasta juga merasakan dampak ekonomi dari kondisi mata uang saat ini, salah satunya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Perusahaan mengakui adanya kenaikan biaya produksi, namun berupaya agar harga jual ke masyarakat tetap stabil.

Tjatur Lestijaman, General Manager R&D Health and Wellness Divisi Dairy perusahaan, menyebutkan kenaikan biaya produksi masih terkendali.

Menurut perhitungannya, dampak pelemahan rupiah terhadap biaya produksi total tidak mencapai 10 persen.

Kenaikan biaya pada sisi bahan baku berhasil diredam melalui program efisiensi di berbagai lini pabrik.

Penggunaan susu lokal sebesar 20 persen dalam komposisi produksi membantu perusahaan menjaga keseimbangan biaya di tengah mahalnya harga impor.

Dengan optimalisasi proses manufaktur, perusahaan mampu menyerap kenaikan biaya tanpa membebankannya secara penuh kepada pelanggan.

>>> Kemenkeu Tegaskan Dana Bantuan Pensiunan 2026 Hoaks, Waspada Modus Phishing Terbaru

Sinergi antara penyerapan hasil lokal dan efisiensi teknologi menjadi kunci utama bagi industri untuk bertahan.