Langkah lain yang dianggap krusial adalah efisiensi pada seluruh lini rantai pasok, mulai dari logistik hingga biaya penyimpanan.

Pengurangan biaya operasional di sektor distribusi diharapkan mengompensasi kenaikan harga bahan baku akibat pelemahan rupiah.

Pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas produksi susu dalam negeri agar ketergantungan impor bisa dikurangi secara bertahap.

Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui substitusi produk impor dengan hasil peternakan lokal.

Widyastuti berharap adanya dukungan skema pembiayaan khusus bagi peternak lokal, seperti kredit dengan suku bunga rendah.

"Motivasi peternak akan meningkat jika mereka mendapatkan akses kemudahan modal untuk menghasilkan produksi yang lebih berkualitas," tambahnya.

>>> 5 Ide Bisnis Anime 2026 Paling Menjanjikan, Cuan Mengalir Tanpa Ribet

Dampak Nyata pada Harga Sapi Perah dan Bahan Baku

Pelemahan rupiah hingga Rp17.800 per dolar AS memberikan dampak nyata pada biaya pengadaan sapi perah.

Namun, kenaikan biaya di tingkat hulu diupayakan agar tidak langsung memicu lonjakan harga drastis di tingkat konsumen.

Widyastuti menegaskan pengaruh kurs terhadap bahan baku susu tidak bisa dihindari karena porsi impor yang dominan.

Susu merupakan komoditas penting dalam pemenuhan gizi masyarakat sehingga stabilitas harganya menjadi prioritas pemerintah.

Sektor peternakan sapi perah memiliki peran vital dalam menopang kesejahteraan masyarakat dan kesehatan bangsa.

Kenaikan harga bibit sapi impor menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang usaha peternakan di tanah air.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, membenarkan tren kenaikan harga sapi perah yang didatangkan dari luar negeri.

Australia dan Selandia Baru masih menjadi pemasok utama sapi perah bagi industri peternakan di Indonesia.

  • Australia dan Selandia Baru menjadi mitra utama karena faktor kedekatan geografis yang membantu efisiensi pengiriman.
  • Kenaikan nilai tukar dolar AS secara otomatis meningkatkan harga per ekor sapi yang dibeli oleh importir lokal.
  • Harga sapi perah impor jenis bunting sebelumnya rata-rata Rp45 juta per ekor.
  • Saat ini, harga sapi tersebut diperkirakan naik namun masih di bawah Rp50 juta per ekor.