Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank dalam kategori KBMI 1 untuk segera meningkatkan kelasnya. PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) menyatakan kesiapannya mengikuti regulasi tersebut.

Bank Ganesha saat ini masuk dalam kategori modal inti antara Rp3 triliun hingga Rp6 triliun. Hingga kuartal I-2026, modal inti perusahaan tercatat mencapai Rp3,64 triliun.

>>> Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Dibuka 2026

Kesiapan Bank Ganesha

Komisaris Bank Ganesha, Lisawati, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengikuti setiap ketentuan OJK. Langkah strategis naik kelas akan dikoordinasikan oleh jajaran direksi.

Belum ada target waktu spesifik kapan Bank Ganesha resmi berpindah ke kategori KBMI 2. Rencana penguatan modal ini disampaikan dalam pertemuan di Perbanas Institute.

RUPST dan Struktur Kepengurusan Baru

Bank Ganesha baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir Mei 2026. Pemegang saham sepakat merombak jajaran pengurus untuk menyegarkan organisasi.

Berikut susunan pengurus baru hasil RUPST:

>>> Rumah Sabrina Carpenter Disatroni Penguntit, Kini Dapat Pengamanan Ekstra

  • Direktur: Trisna Chandra
  • Direktur: Shirley
  • Komisaris Independen: Faisal Dharma Setiawan

Alokasi Laba dan Penguatan Modal

Dalam RUPST, pemegang saham memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih 2025 sebesar Rp227,09 miliar. Keputusan ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

Sebesar Rp1 miliar dari laba dialokasikan sebagai dana cadangan wajib. Sisanya akan tetap disimpan sebagai laba ditahan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya penguatan bank KBMI 1. Langkah ini dinilai mendesak karena perkembangan teknologi dan ancaman serangan siber global.

>>> Bunga Zainal Sambangi Mabes Polri, Tagih Kejelasan Kasus Penipuan Rp15 Miliar

OJK juga menyarankan bank kecil melakukan evaluasi model bisnis dan kualitas aset secara berkelanjutan. Bagi bank yang sulit berkembang, konsolidasi atau merger menjadi opsi strategis.