Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan inflasi terbaru untuk Mei 2026. Tingkat inflasi bulanan tercatat sebesar 0,28 persen.

Angka ini naik dibandingkan inflasi April 2026 yang hanya 0,13 persen. Secara tahunan, inflasi mencapai 3,08 persen.

>>> IHSG Menguat 1,11% Hari Ini, Saham Konglomerat Jadi Primadona Investor

Penyebab Utama Inflasi

Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar. Kelompok ini mengalami inflasi 0,39 persen dengan andil 0,12 persen.

Cabai merah memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu 0,08 persen.

Komoditas lain yang mendorong inflasi adalah minyak goreng (0,04 persen), bawang merah (0,04 persen), tomat (0,03 persen), dan beras (0,02 persen).

Selain pangan, bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,03 persen. Bensin dan tarif angkutan udara masing-masing memberikan andil 0,02 persen.

>>> OJK Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan, Dolar AS Masih Jadi Safe Haven

Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga

Beberapa komoditas justru mengalami deflasi. Daging ayam ras dan emas perhiasan masing-masing memberikan andil deflasi 0,06 persen.

Telur ayam ras menyumbang deflasi 0,05 persen.

Penurunan harga daging ayam dan telur membantu menahan laju inflasi. Harga emas perhiasan yang melandai juga berpengaruh pada kelompok pengeluaran pribadi.

>>> Influencer dan Dokter Tak Bisa Lagi Pakai Pajak UMKM 0,5% di 2026

Pemerintah diharapkan menjaga ketersediaan pasokan pangan. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk meredam lonjakan harga cabai dan beras.