Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.

Indeks menguat 1,11% atau bertambah 68,05 poin ke level 6.195,43.

>>> OJK Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan, Dolar AS Masih Jadi Safe Haven

Penguatan ini menyusut dibandingkan sesi pagi yang sempat melesat hingga 2,23%. Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 6.143,63 hingga 6.264,26.

Saham Konglomerat Mendominasi Transaksi

Lima saham besar mendominasi perdagangan setelah libur panjang. Saham TPIA, BRPT, AMMN, BREN, dan PTRO secara akumulatif menyumbang lebih dari 70% total nilai transaksi IHSG.

Saham BREN menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan 24,85% dan menyumbang 30,25 poin bagi indeks.

Saham AMMN naik 17,88%, sementara DSSA menguat tajam 25%.

Sektor utilitas menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan signifikan 16,11%. Lonjakan ini didorong oleh gairah saham-saham konglomerat yang sebelumnya tertekan.

>>> Influencer dan Dokter Tak Bisa Lagi Pakai Pajak UMKM 0,5% di 2026

Sektor Perbankan Kokoh

Saham perbankan berkapitalisasi besar tetap menjadi penopang kokoh IHSG. BBRI memberikan kontribusi 14,11 poin, BBCA 11,71 poin, dan BMRI 7,04 poin.

Namun, saham TLKM menjadi pemberat indeks terbesar dengan kontribusi negatif 8,35 poin. Saham DCII dan SRAJ juga melemah dan membebani pergerakan IHSG.

Sentimen Global dan Rupiah

Pelaku pasar mencermati rilis data ekonomi makro dan dinamika geopolitik, terutama pembicaraan damai AS-Iran.

Rupiah menguat 0,20% ke Rp17.830 per dolar AS, mematahkan tren pelemahan lima hari berturut-turut.

>>> Beli Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah per 1 Juli 2026, Ini 9 Faktanya

Sepanjang sesi, rupiah sempat tertekan ke Rp17.892 per dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,12% ke level 99,081 pada pukul 15.00 WIB.