Selama ini, diagnosis Alzheimer baru ditegakkan setelah gejala klinis muncul. Penurunan fungsi kognitif seperti sering lupa dan kebingungan menjadi tanda umum.

Namun, studi terbaru pada April 2026 membawa angin segar. Risiko Alzheimer ternyata bisa dideteksi lebih awal hanya melalui tes darah sederhana.

>>> Rupiah Loyo, Kementan Ungkap Harga Sapi Perah Impor 2026 Meroket Tajam

Potensi Tes Darah untuk Deteksi Dini

Metode ini berfokus pada pemeriksaan neutrofil melalui tes neutrophil to lymphocyte ratio (NLR).

NLR adalah perbandingan antara neutrofil dan limfosit, dua jenis sel darah putih yang penting bagi sistem imun.

Menurut Cleveland Clinic, neutrofil berfungsi sebagai garda terdepan melawan infeksi. Perubahan jumlah sel ini berkaitan erat dengan risiko penurunan fungsi otak di masa depan.

Nilai NLR tidak hanya menggambarkan kondisi kesehatan saat ini, tetapi juga memprediksi potensi Alzheimer.

Studi ini melibatkan data hampir 400.000 pasien dari berbagai pusat kesehatan di Amerika Serikat.

Tes ini mampu mengidentifikasi risiko bahkan sebelum pasien menunjukkan gejala pikun. Semakin tinggi nilai NLR, semakin besar peluang mengidap Alzheimer atau demensia.

Para peneliti menekankan hasil tes darah ini konsisten dalam memantau kesehatan jangka pendek maupun panjang.

Temuan ini menjadi investigasi skala besar pertama yang membuktikan hubungan metrik neutrofil dengan risiko demensia pada manusia.

Hasil Analisis Data Pasien

Penelitian yang dipimpin Tianshe He dari NYU Langone Health menganalisis data medis dari ratusan ribu pasien.

>>> Cara Daftar IMEI HP dari Arab Saudi Terbaru 2026, Resmi dan Tanpa Ribet

Data diambil dari empat rumah sakit NYU Langone dan Veterans Health Administration di AS.

Kriteria utama adalah pengukuran NLR pada pasien berusia minimal 55 tahun. Tim memantau riwayat kesehatan mereka untuk melihat perkembangan kondisi kognitif.