Bahkan, dalam 12 bulan ke depan, ponsel pintar baru dengan harga di bawah Rp 1,5 juta diprediksi akan hilang dari katalog resmi.

Kendala Investasi dan Batasan Teknis

Penambahan kapasitas produksi DRAM tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Membangun satu pabrik DRAM canggih memerlukan investasi US$15-20 miliar, belum termasuk biaya peralatan dan penelitian.

Nilai investasi besar dan risiko tinggi membuat banyak perusahaan enggan masuk ke sektor ini.

Nama-nama besar seperti Intel, Texas Instruments, dan IBM pernah mencoba tetapi gagal, sementara Qimonda dan Elpida bangkrut.

Selain biaya, pengembangan DRAM menghadapi hambatan teknis karena mendekati batas fisik komponen penyimpan daya. Situasi ini diperkirakan berdampak paling besar pada ponsel murah di negara berkembang.

>>> Anthropic Atasi Gangguan Masal Layanan Chatbot Claude AI

Bagi pengembang aplikasi, perubahan ini menuntut penyesuaian strategi karena segmen pengguna ponsel murah diprediksi menyusut. Selama industri AI masih bersedia membayar harga tinggi, harga DRAM akan tetap mahal.