Pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Indonesia mendorong operator kapal penyeberangan untuk memperkuat aspek keselamatan. ASDP menjadi salah satu perusahaan yang serius mengantisipasi potensi risiko kebakaran baterai kendaraan listrik.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan bahwa penguatan kesiapan operasional terus dilakukan. Hal ini seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik yang menggunakan layanan penyeberangan.

>>> BMW Shenyang Capai Produksi 7 Juta Mobil di China

"ASDP bersama operator kapal terus memperkuat kesiapan operasional dalam mengantisipasi potensi risiko yang berkaitan dengan kendaraan listrik di kapal penyeberangan," kata Windy kepada Kompas.

com.

Langkah Mitigasi Berdasarkan Pedoman Kemenhub

Langkah mitigasi tersebut mengacu pada pedoman resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Implementasi keselamatan mencakup penyediaan area penyimpanan khusus atau designated stowage area.

Selain itu, pemantauan area kendaraan listrik dilakukan melalui CCTV. Alat pendeteksi panas berbasis thermal imaging device juga digunakan untuk mendeteksi kenaikan suhu tidak normal secara dini.

Kesiapan alat pemadam kebakaran yang sesuai untuk penanganan kebakaran baterai kendaraan listrik juga menjadi prioritas.

Windy menjelaskan bahwa penyediaan area khusus mempermudah pemantauan posisi kendaraan listrik secara intensif selama pelayaran.

>>> Jalan Raya Lenteng Agung Arah Depok Kembali Dibuka Penuh

Peningkatan Kompetensi Awak Kapal

Selain pemenuhan fasilitas, ASDP memprioritaskan peningkatan kompetensi personel. Penanganan kebakaran baterai lithium-ion berbeda dengan kendaraan konvensional.

"Selain kesiapan peralatan, ASDP juga telah melakukan sosialisasi dan familiarisasi kepada supervisi operasional maupun awak kapal terkait karakteristik kendaraan listrik, prosedur penanganan muatan EV, hingga langkah mitigasi keadaan darurat," ujar Windy.

Pembekalan kapasitas awak kapal dilaksanakan secara bertahap. Tujuannya agar seluruh personel memahami prosedur penyelamatan saat terjadi situasi darurat di laut.

"Awak kapal secara bertahap dibekali pemahaman mengenai pola penanganan kebakaran baterai listrik yang memiliki karakteristik berbeda dengan kendaraan konvensional," tambah Windy.

Evaluasi terhadap seluruh prosedur keselamatan operasional dijalankan secara berkelanjutan. ASDP mengikuti perkembangan teknologi penyeberangan internasional.

>>> Stellantis Jamin Model Masa Depan Bukan Sekadar Rebadge, Desain Jadi Kunci

"Evaluasi dan peningkatan kesiapsiagaan akan terus dilakukan seiring perkembangan teknologi dan standar keselamatan internasional," pungkas Windy.