Reksadana campuran hadir untuk mereka yang mencari keseimbangan. Porsi masing-masing aset tidak boleh melebihi 79% dari total NAB, sehingga risiko lebih termoderasi.

Reksadana saham memiliki profil risiko tertinggi namun potensi imbal hasil paling besar. Dalam jangka panjang, kenaikan harga saham dapat memberikan keuntungan signifikan, namun pergerakannya sensitif terhadap kondisi ekonomi.

Berikut ringkasan perbandingan keempat jenis reksadana:

>>> [CEK FAKTA] Hoaks FIFA Jadwalkan Indonesia vs Oman Rebut Tiket Piala Dunia 2026

Jenis ReksadanaAlokasi Aset UtamaTingkat RisikoTujuan InvestasiPasar UangInstrumen pasar uang < 1 tahunSangat RendahJangka PendekPendapatan TetapMinimal 80% Obligasi/Surat UtangRendah-Moderat1-3 TahunCampuranKombinasi Saham, Obligasi, Pasar UangModerat3-5 TahunSahamMinimal 80% Ekuitas (Saham)Tinggi> 5 Tahun

Pemilihan produk reksadana harus disesuaikan dengan toleransi risiko dan target waktu keuangan masing-masing investor. Dengan memahami karakteristik setiap jenis, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat.