>>> Studi: Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27%

Pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang lebih besar dan berani.

Strategi transformasi bangsa mencakup peralihan ke sistem ekonomi berlandaskan Pancasila, pemerataan manfaat pembangunan dari pusat hingga daerah, dan pengurangan ketergantungan pada pihak asing.

Presiden menyadari bahwa meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, manfaatnya belum dirasakan optimal oleh rakyat.

Transformasi ekonomi Pancasila dianggap sebagai solusi mutlak untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Indonesia memiliki cadangan sumber daya alam strategis seperti mineral tambang (tembaga, timah, emas, nikel, logam tanah jarang), energi batu bara, komoditas perkebunan kelapa sawit, dan ketahanan pangan.

Presiden ingin memastikan seluruh nilai tambah dari sumber daya tersebut berputar di dalam negeri untuk kesejahteraan domestik.

Prabowo menyayangkan bahwa selama ini nilai tambah kekayaan alam Indonesia lebih banyak dinikmati pihak luar negeri.

Ia merasa prihatin karena rakyat seringkali hanya menjadi penonton di atas tanah yang kaya raya.

Transformasi ekonomi bertujuan memutus rantai kerugian tersebut dan menjadikan rakyat tuan rumah di negeri sendiri.

Presiden menyinggung bahwa perubahan besar ini kemungkinan menghadapi tantangan dari kelompok tertentu.

Namun, ia menegaskan bahwa kepentingan bangsa dan perut rakyat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan segelintir pihak.

Peringatan Hari Lahir Pancasila dijadikan momentum untuk memperkuat fondasi ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Dengan ekonomi yang kuat dan adil, Indonesia diharapkan mampu menjadi bangsa yang berwibawa di mata dunia.

Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung langkah transformasi ini demi masa depan yang lebih cerah.

>>> IHSG Melesat 2% Hari Ini, Saham Konglomerat Kompak Bangkit

Keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia kini menjadi prioritas tertinggi dalam agenda kerja Presiden Prabowo Subianto.