Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi nasional harus memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia tidak ingin kemajuan ekonomi hanya terlihat indah dalam laporan angka statistik tanpa dirasakan manfaatnya secara langsung.

>>> Perbedaan Patch Antar Region di VCT 2026 Picu Polemik Sportivitas

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta.

Prabowo menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam setiap gerak roda pembangunan di Indonesia.

Menurutnya, indikator keberhasilan ekonomi tidak boleh terpaku pada angka semata, melainkan harus tercermin dari kualitas hidup rakyat.

Seluruh elemen bangsa, terutama kelompok yang paling rentan, harus mendapatkan jaminan kesejahteraan yang memadai.

Fokus Pembangunan Inklusif

Presiden Prabowo menyoroti beberapa prioritas dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.

Pertama, memastikan anak-anak dari keluarga paling miskin mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang mereka.

Kedua, menjamin para petani mendapatkan pasokan pupuk secara tepat waktu dengan harga terjangkau agar produktivitas terjaga.

Ketiga, memberikan akses pasar yang adil serta pemberdayaan bagi nelayan sebagai produsen protein kunci.

Keempat, menciptakan peluang kerja dengan penghasilan layak serta memberikan perlindungan hukum bagi para pekerja di seluruh sektor.

Presiden menjelaskan bahwa konsep ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila.

Pemerintah berkomitmen agar hasil pembangunan nasional dapat dinikmati secara adil oleh setiap warga negara tanpa terkecuali.

Rakyat Sebagai Pelaku Utama

Prabowo menekankan bahwa posisi rakyat dalam pembangunan harus ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek.

Ia menolak keras jika masyarakat hanya dijadikan alat untuk mencapai target-target pembangunan tertentu.

Visi transformasi ekonomi ke depan diarahkan pada terciptanya keadilan sosial yang selaras dengan ideologi negara.