Gelaran VALORANT Champions Tour (VCT) 2026 tengah memasuki babak Stage 1 di empat region utama: EMEA, Americas, Pacific, dan China.

Kompetisi ini menjadi ajang perebutan tiket menuju Masters London yang dijadwalkan pada pertengahan tahun.

>>> Studi: Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27%

Namun, di tengah persaingan ketat, muncul kontroversi besar terkait ketidaksamaan versi patch game yang digunakan di setiap region.

Kondisi ini dinilai berisiko merusak integritas dan nilai keadilan kompetisi global.

Ketimpangan Patch di Berbagai Wilayah

Saat ini, region EMEA dan Americas telah mengadopsi Patch 12.06 dalam pertandingan resmi mereka.

Sementara itu, region China dilaporkan masih tertinggal dan belum menggunakan pembaruan yang sama dengan wilayah barat.

Kondisi paling mencolok terjadi di region Pacific yang masih bertahan di Patch 12.05 hingga beberapa pekan berjalan di Stage 1.

Perbedaan jadwal implementasi ini menciptakan situasi unik sekaligus membingungkan bagi para pemain profesional.

Beberapa tim dipaksa beradaptasi secara instan dengan perubahan meta terbaru.

Di sisi lain, ada tim yang justru mendapatkan keuntungan waktu lebih lama untuk mematangkan strategi sebelum berpindah ke patch selanjutnya.

Daniel Roczniak, asisten pelatih Team Liquid, menyuarakan ketidakadilan situasi ini. Ia menilai tantangan yang dihadapi setiap region menjadi tidak setara karena perbedaan waktu rilis konten.

Pengaruh Signifikan Terhadap Meta dan Strategi Tim

Dalam game kompetitif seperti VALORANT, setiap perubahan kecil pada patch bisa berdampak masif.

Perubahan ini sering merombak total cara tim bermain, mulai dari pemilihan karakter hingga taktik di dalam peta.

Sebagai contoh, Patch 12.05 menghadirkan pelemahan besar pada agen Yoru yang sebelumnya sangat populer.