Tak lama berselang, Patch 12.06 muncul dengan penyesuaian pada kemampuan Waylay yang membuatnya lebih rentan saat digunakan.

Dampak utama dari perbedaan patch ini meliputi beberapa poin krusial. Komposisi tim yang sudah dilatih berbulan-bulan bisa berubah total dalam sekejap.

Strategi matang yang telah disiapkan harus dirombak demi menyesuaikan kemampuan agen yang baru. Tim dengan kemampuan adaptasi cepat akan mendapatkan keunggulan yang jauh lebih besar dibanding tim lainnya.

Persoalan serius muncul ketika proses adaptasi tidak berjalan serentak di seluruh ekosistem VCT global.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa hasil pertandingan tidak lagi murni ditentukan oleh skill, melainkan faktor teknis pembaruan game.

Kesenjangan Peluang Menuju Masters London

Perbedaan waktu peluncuran patch secara tidak langsung menciptakan ketimpangan dalam perebutan posisi di klasemen.

Wilayah yang lebih awal menggunakan patch baru memiliki jam terbang lebih banyak dalam menguji strategi di panggung kompetitif resmi.

Sementara itu, wilayah yang terlambat justru memiliki celah untuk mempelajari teori meta dari wilayah lain sebelum bertanding.

Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi siapa yang lolos ke Masters London berdasarkan faktor keberuntungan jadwal.

Sejumlah pengamat menilai bahwa peluang kelolosan tim seharusnya hanya ditentukan oleh performa dan kemampuan teknis.

>>> IHSG Melesat 2% Hari Ini, Saham Konglomerat Kompak Bangkit

Namun, dengan adanya perbedaan versi game, faktor non-teknis kini ikut berperan dalam menentukan nasib kontestan di Stage 1.

Tanggapan Resmi dari Riot Games

Menanggapi polemik, Riot Games selaku pengembang game memberikan penjelasan. Leo Faria mengungkapkan bahwa kondisi tersebut memang tidak ideal bagi ekosistem esports mereka.

Menurut keterangannya, pembaruan Patch 12.06 sebenarnya direncanakan hadir lebih cepat. Namun, terjadi kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan implementasi di beberapa server regional.