>>> FC Mobile Ultimate League 2026 Resmi Dimulai, Panggung Tertinggi Gamer RI

Perselisihan ini berakar dari kekhawatiran buruh mengenai isu penghapusan upah lembur pada hari libur nasional.

Perundingan yang difasilitasi Kemnaker membuahkan hasil positif. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik secara damai melalui sejumlah poin kesepakatan tertulis.

Ketua Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Bogor, Teti Supianti, memaparkan bahwa salah satu langkah krusial adalah pendataan ulang karyawan.

Proses ini bertujuan memetakan siapa yang bersedia bekerja pada periode libur 31 Mei dan 1 Juni 2026.

Proses pendataan dilakukan dengan transparansi tinggi dan melibatkan peran aktif serikat pekerja di setiap cabang. Hal ini untuk memastikan tidak ada unsur paksaan dalam pengambilan keputusan.

Komitmen Manajemen

Selain masalah upah dan waktu kerja, manajemen Indomaret memberikan jaminan terkait keamanan dan kenyamanan bekerja. Perusahaan berkomitmen menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan intimidasi terhadap buruh.

Isu intimidasi sempat menjadi poin panas dalam tuntutan demonstrasi. Manajemen menegaskan akan memberikan sanksi keras kepada oknum yang menekan karyawan.

Hasil mediasi juga menyepakati bahwa perusahaan tidak akan memberikan sanksi kepada karyawan yang ikut aksi unjuk rasa.

Toleransi ini diberikan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan industrial yang harmonis.

>>> Jalan Rusak Randublatung-Cepu Viral, Pemerhati Jateng Ungkap Fakta Terbaru 2026

Perusahaan berjanji segera menindaklanjuti permintaan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Langkah awal yang akan diambil adalah verifikasi data keanggotaan serikat pekerja di dalam struktur perusahaan.