Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menetapkan target tinggi untuk Timnas Indonesia dalam ajang ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF.

Melalui Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, PSSI menegaskan bahwa gelar juara menjadi harga mati bagi skuad Garuda.

Pernyataan ini disampaikan Sumardji saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pada Senin (1/6/2026).

Ia menekankan bahwa kerinduan akan trofi juara menjadi motivasi utama di balik ambisi besar tersebut.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa Timnas Indonesia pada edisi dua tahun lalu yang dinilai mengecewakan.

Saat itu, Indonesia yang didominasi pemain muda harus tersingkir di fase grup setelah hanya mampu menempati posisi ketiga.

Optimisme Baru dengan Pelatih dan Pemain Diaspora

Optimisme kini kembali berkobar menyambut turnamen edisi ke-16 ini. Kehadiran pelatih baru, John Herdman, menjadi salah satu faktor kunci yang diharapkan membawa perubahan signifikan.

Selain faktor pelatih, kekuatan tim juga akan didukung oleh sejumlah pemain diaspora yang berkarier di kompetisi domestik. Daftar pemain diaspora yang diharapkan memperkuat skuad Garuda antara lain:

  • Bek berpengalaman Jordi Amat
  • Gelandang cerdik Thom Haye
  • Pemain tengah muda Ivar Jenner
  • Pemain sayap Eliano Reijnders
  • Penyerang potensial Mauro Zijlstra

Kehadiran para pemain tersebut diharapkan mampu meningkatkan level permainan tim di kancah Asia Tenggara.

Hal ini menjadi langkah konkret PSSI untuk memenuhi ekspektasi tinggi dari publik sepak bola tanah air.

Upaya Memulihkan Kepercayaan Suporter

Ambisi meraih trofi Piala AFF 2026 bukan sekadar mengejar prestasi semata.

Langkah ini juga menjadi upaya penting untuk mengembalikan kepercayaan publik yang sempat menurun akibat kegagalan menembus Piala Dunia 2026.

Sumardji mengakui bahwa penurunan dukungan suporter merupakan realitas pahit yang harus dihadapi PSSI saat ini.