Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan keluhan resmi terkait belum terbitnya visa Amerika Serikat untuk tim nasional Iran hingga Kamis (14/5).

Kendala administratif ini muncul di tengah hubungan bilateral yang tegang menjelang Piala Dunia 2026.

>>> Indonesia Open 2026: 21 Wakil Tuan Rumah Siap Akhiri Paceklik Gelar 5 Tahun Terakhir

Mehdi Taj menyatakan akan segera mengadakan pertemuan krusial dengan FIFA dalam waktu dekat.

Ia menuntut jaminan keamanan dari organisasi sepak bola dunia agar proses perizinan masuk ke AS bisa rampung.

Pihak Iran mengaku belum mendapatkan pemutakhiran data mengenai status visa para pemainnya. Federasi belum menerima laporan akun resmi dari penyelenggara terkait daftar nama yang disetujui.

Hingga saat ini, belum ada satu pun dokumen visa yang diterbitkan untuk anggota skuad Team Melli. Iran masih menunggu kejelasan prosedur resmi agar persiapan tim tidak terganggu.

Kendala Logistik dan Perjalanan Pemain

Berdasarkan prosedur AS, setiap pemain tim nasional Iran diwajibkan melakukan proses pengambilan sidik jari. Proses ini biasanya dijadwalkan di Ankara, Turki, sebagai lokasi representasi diplomatik AS terdekat.

Federasi sepak bola Iran saat ini berupaya melobi agar lokasi pengambilan sidik jari dipindahkan ke Antalya. Langkah ini diambil untuk memangkas jarak tempuh perjalanan para pemain.

Tim nasional Iran juga berencana melakukan pemusatan latihan di Turki. Pihak federasi berharap AS memberikan fleksibilitas demi kelancaran kompetisi.

Tinjauan Geopolitik dan Kredibilitas Turnamen

Hubungan diplomatik Iran dan AS telah terputus sejak tahun 1980. Meskipun sempat ada gencatan senjata pada awal April, ketegangan politik tetap membayangi partisipasi Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengingatkan bahwa status tuan rumah tidak boleh digunakan untuk menghambat negara lain melalui sanksi politik.