Babak baru dimulai bagi bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, di Liga Prancis. Davide Ancelotti, putra pelatih legendaris Carlo Ancelotti, resmi ditunjuk sebagai juru taktik baru LOSC Lille.

Davide hadir untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah kepergian Bruno Genesio. Genesio memutuskan hengkang pada akhir Mei lalu seiring berakhirnya kontrak bersama klub berjuluk Les Dogues tersebut.

>>> Lolos Piala Dunia 2026, Sepak Bola Haiti Jadi Juru Damai di Tengah Krisis

Selama dua musim menangani Lille, Genesio menorehkan prestasi impresif.

Ia berhasil membawa tim finis di posisi ketiga klasemen akhir Liga Prancis dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Lille bergerak cepat dalam mencari pengganti untuk menjaga stabilitas tim. Hanya butuh waktu kurang dari sepekan setelah perpisahan dengan Genesio, manajemen langsung memperkenalkan Davide Ancelotti.

Kabar penunjukan ini disampaikan secara resmi melalui berbagai platform media sosial milik klub. "Davide Ancelotti adalah pelatih baru LOSC," tulis akun resmi Lille dalam unggahan di Instagram.

Durasi Kontrak dan Rekam Jejak Davide Ancelotti

Manajemen LOSC Lille memberikan kepercayaan jangka menengah kepada pelatih asal Italia tersebut. Davide telah menandatangani kontrak resmi yang akan mengikatnya di Stade Pierre-Mauroy selama dua tahun ke depan.

Sebelum menerima pinangan Lille, Davide memiliki portofolio mentereng meski banyak berperan di balik layar. Ia tercatat menjadi asisten pelatih tim nasional Brasil mendampingi ayahnya sebelum akhirnya memutuskan berdikari.

>>> Marquez Sempat Ragu Balapan di MotoGP Italia 2026, Alasan Terbarunya Mengejutkan

Berikut profil singkat perjalanan karier Davide Ancelotti:

  • Asisten Pelatih: Membantu Carlo Ancelotti di Bayern Munchen, Napoli, Everton, dan Real Madrid.
  • Tim Nasional: Menjadi bagian dari staf kepelatihan tim nasional Brasil sejak tahun 2025.
  • Pelatih Kepala: Pernah menangani klub Brasil, Botafogo, pada tahun 2025 sebelum berlabuh ke Lille.
  • Pendidikan Taktik: Dikenal memiliki kedekatan taktis dengan filosofi kepelatihan ayahnya yang telah memenangkan banyak gelar.

Penunjukan ini menjadi tantangan besar bagi pria berusia 36 tahun tersebut.

Pengalamannya sebagai pelatih kepala masih tergolong minim, dan Lille merupakan klub kedua dalam kariernya di mana ia memegang kendali penuh sebagai manajer utama.

Lille sendiri menegaskan bahwa keputusan memilih Davide didasari oleh pengalaman global yang ia miliki.

Meski sering menjadi asisten, ia dianggap sudah terbiasa bekerja di level tertinggi bersama klub-klub terbesar dunia.

Kini, publik sepak bola Indonesia akan menantikan bagaimana tangan dingin Davide Ancelotti memoles performa Calvin Verdonk di kancah Eropa.

>>> FIFA Sahkan Aturan Baru Piala Dunia 2026: Gol Bisa Dibatalkan Akibat Pelanggaran Bola Mati

Kehadiran pelatih dengan latar belakang elit diharapkan mampu membawa Lille bersaing lebih jauh di Liga Champions.