Arsenal dilaporkan sangat percaya diri bisa mengamankan tanda tangan gelandang muda Lille OSC, Ayyoub Bouaddi. Pembicaraan awal dengan pihak perwakilan pemain disebut berjalan positif jelang Piala Dunia.

Menurut laporan jurnalis Sacha Tavolieri melalui CaughtOffside dan Get Football News France pada Sabtu (13/6), Arsenal memimpin perburuan remaja berusia 18 tahun tersebut.

>>> Qatar Imbangi Swiss Lewat Gol Telat Khoukhi di Piala Dunia 2026

Klub asal London Utara itu siap bersaing ketat dengan Paris Saint-Germain.

Manajemen Arsenal telah melakukan pendekatan intensif dan berkomunikasi secara rutin dengan kubu Bouaddi. Tujuannya adalah mengamankan kesepakatan lebih awal sebelum kompetisi internasional dimulai.

Pihak Arsenal bahkan sudah memberikan indikasi kepada perwakilan pemain bahwa Bouaddi akan langsung mendapatkan peran penting di skuad asuhan Mikel Arteta musim depan.

Gelandang yang baru memilih membela tim nasional Maroko di Piala Dunia itu pun menunjukkan ketertarikan besar pindah ke Stadion Emirates.

Harga 70 Juta Euro dan Persaingan dengan PSG

Lille selaku klub pemilik mematok harga pelepasan sebesar 70 juta euro untuk aset berharganya tersebut.

>>> Real Madrid Perpanjang Kontrak Brahim Diaz hingga 2030

Namun, proses transfer diperkirakan bisa berjalan mulus karena hubungan baik antara Arsenal dan Presiden LOSC Olivier Letang.

Selain itu, Lille diprediksi lebih memprioritaskan menjual Bouaddi ke klub luar negeri daripada melepasnya ke PSG yang merupakan rival domestik di Ligue 1.

Arsenal pun diuntungkan oleh situasi ini.

Meski Arsenal sudah memiliki lini tengah berkualitas seperti Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Myles Lewis-Skelly, kehadiran Bouaddi dinilai tetap krusial untuk proyek jangka panjang klub.

Selain mengejar Bouaddi, Arsenal juga memantau situasi gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, sebagai opsi alternatif.

>>> Jakarta Garuda Jaya Gagal ke Semifinal AVC Champions League 2026

Komunikasi lanjutan antara Arsenal dan perwakilan Ayyoub Bouaddi dijadwalkan kembali digelar segera setelah Piala Dunia berakhir.